DUNIA dikejutkan oleh kabar duka dari Nepal. Banjir bandang dahsyat yang melanda kawasan perbatasan Nepal-Tibet pada akhir Agustus 2026, menyisakan duka mendalam.
Hampir 1.000 jiwa melayang, ribuan lainnya hilang, dan puluhan desa luluh lantak dalam sekejap. Bencana ini bermula dari runtuhnya gletser di dataran tinggi Himalaya, yang melepaskan gelombang air raksasa bercampur batu, es, dan lumpur yang menyapu lembah-lembah sungai.
Kerusakan infrastruktur diprediksi membutuhkan dana rekonstruksi hingga senilai Rp88 triliun, setara dengan sepersepuluh dari total perekonomian Nepal.
Peristiwa ini seperti membuka tabir, mengingatkan kita bahwa di balik gemerlap puncak-puncak es yang megah, Nepal menyimpan kerentanan besar terhadap perubahan iklim.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Namun, bagi banyak masyarakat Indonesia, Nepal masih menjadi negeri misterius yang hanya dikenal dari Gunung Everest dan patung Buddha. Padahal, negara yang terletak di pelukan Himalaya ini memiliki segudang keunikan yang jarang diketahui.
Berikut 7 keunikan Nepal, negeri di atas awan Pegunungan Himalaya:
- Terletak Di Antara Dua Negara Raksasa
Secara geografis, Nepal terletak di selatan lereng Himalaya, diapit oleh dua negara raksasa, China (kawasan Tibet) di utara dan India di selatan.
Negara berbentuk persegi panjang ini membentang 885 kilometer dari timur ke barat, namun lebarnya hanya sekitar 200 kilometer dari utara ke selatan.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Dalam bentangan sempit itu, Nepal memiliki tiga zona geografis yang sangat kontras: dataran rendah sub-tropis Terai di selatan, perbukitan sedang di tengah, dan pegunungan tinggi Himalaya di utara yang diselimuti salju abadi.
Dengan populasi sekitar 29 juta jiwa, Nepal adalah negara yang sangat beragam secara etnis dan bahasa.
Setidaknya 142 kelompok etnis tinggal di negeri ini, dengan tiga kelompok utama: Janajati (suku asli pegunungan yang umumnya beragama Buddha), Khas-Arya (keturunan pendatang dari Asia Tengah yang mayoritas Hindu), dan Madhesi (penduduk dataran rendah yang banyak berimigrasi dari India Utara).
Mayoritas penduduk Nepal, sekitar 81% beragama Hindu, sementara 11% lainnya beragama Buddha. Sisanya adalah pemeluk Islam, Kristen, Jain, dan Sikh.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

(Storage Geographis)
- Tanaman Ganja yang Sakral dan Kontroversi
Salah satu keunikan Nepal yang jarang diketahui adalah hubungannya yang panjang dengan tanaman ganja.
Tanaman ini sebenarnya adalah tanaman asli Nepal dan telah lama digunakan dalam berbagai festival serta ritual keagamaan.
Namun, pada akhir tahun 1970-an, Nepal mengikuti arus global yang mengkriminalisasi ganja, melarang kepemilikan dan penggunaannya dengan ancaman hukuman penjara.
Keadaan mulai berubah pada Agustus 2026, ketika Provinsi Gandaki, salah satu dari tujuh provinsi di Nepal yang terkenal dengan jalur pendakian dan kota wisata Pokhara, secara resmi melegalkan budi daya dan penggunaan ganja untuk tujuan pengobatan.
Baca Juga: Somalia Tegas Tolak Kehadiran Israel Dalam Keadaan Apa Pun
Meskipun keputusan ini bertentangan dengan hukum nasional yang masih melarang ganja, langkah provinsi Gandaki menjadi yang pertama di Nepal dan membuka babak baru dalam perdebatan panjang tentang tanaman kontroversial ini.
- Tempat Lahirnya Sang Buddha
Bagi umat Buddha di seluruh dunia, Nepal adalah tanah suci tempat kelahiran Siddhartha Gautama, yang kelak dikenal sebagai Buddha.
Taman Lumbini, yang terletak di kaki Gunung Himalaya dekat perbatasan India, adalah tempat di mana Ratu Mayadevi dikisahkan melahirkan Pangeran Siddhartha sekitar tahun 563 SM.
Situs ini, yang diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1997, menjadi salah satu dari empat tempat ziarah utama umat Buddha.
Baca Juga: Marinir AS Ditangkap, Kemarahan Jepang Kembali Membara di Okinawa
Di Lumbini, para peziarah dapat mengunjungi Vihara Mayadevi, Kolam Suci Puskarini tempat sang ratu mandi sebelum melahirkan, serta pilar batu peninggalan Raja Ashoka dari India.
Kawasan ini juga dipenuhi oleh vihara-vihara dari berbagai tradisi Buddha, mulai dari Theravada di zona timur hingga Mahayana dan Vajrayana di zona barat. Pemerintah Nepal sendiri gencar mempromosikan Lumbini sebagai destinasi wisata spiritual untuk menarik peziarah dari seluruh dunia.
- Danau dan Gunung Tertinggi di Dunia
Siapa yang tak kenal Gunung Everest? Namun, tahukah Anda bahwa Nepal adalah rumah bagi delapan dari sepuluh gunung tertinggi di dunia?
Dalam bahasa Nepal, Everest disebut Sagarmatha yang berarti “Kepala Dunia”.
Baca Juga: AS Tempatkan Rudal Anti-Kapal di Pulau Yonaguni, Jepang, Titik Terdekat Taiwan
Bagi para pendaki, Nepal adalah surga dengan jalur pendakian tertinggi di dunia yang mencapai ketinggian 5.416 meter. Base camp Everest sendiri, yang terletak di ketinggian 5.364 meter, adalah base camp tertinggi di dunia.
Tidak hanya gunung, Nepal juga menyimpan danau tertinggi di dunia: Danau Tilicho yang terletak pada ketinggian 4.919 meter di atas permukaan laut. Danau ini menjadi salah satu destinasi menantang bagi para pelancong yang ingin menyaksikan keindahan alam Himalaya yang masih perawan.
- Negeri yang Tak Pernah Dijajah
Salah satu fakta yang paling membanggakan tentang Nepal adalah statusnya sebagai negara yang tidak pernah dijajah oleh kekuatan asing.
Sepanjang sejarahnya, Nepal berhasil mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaannya, meskipun terletak di antara dua kekuatan besar, Inggris (yang menjajah India) dan China (yang menguasai Tibet).
Baca Juga: PM Al-Zaidi: Lima Faksi Bersenjata Irak Sepakat Serahkan Senjata, Batas Waktu 30 Juni 2027
Bendera Nepal sendiri tergolong unik, tidak berbentuk persegi panjang seperti kebanyakan bendera negara lain, melainkan berbentuk dua segitiga bersusun yang melambangkan pegunungan Himalaya dan dua agama utama negara tersebut.
- Negeri dengan Warisan Budaya Kuno
Bagi yang ingin menikmati keindahan Nepal, ibu kota Kathmandu adalah pintu gerbang utama. Di sini, pengunjung dapat menemukan perpaduan antara seni dari utara dan filosofi mitologi dari selatan, dengan pagoda-pagoda kuno dan biara Buddha tradisional yang disebut vihara.
Di Bhaktapur, kota tua yang berdinding terakota, pengunjung dapat melihat dengan mata kepala sendiri warisan budaya yang telah berusia ratusan tahun, sambil berinteraksi dengan masyarakat lokal yang duduk-duduk di pinggir gang.
Tidak jauh dari Kathmandu, kota Phokara menawarkan pemandangan yang tak kalah memukau. Terletak di kaki Gunung Annapurna dan Danau Phewa, Phokara adalah surga bagi para pelancong yang ingin bermeditasi, melakukan paralayang, atau sekadar melamun di tepi danau.
Baca Juga: 68.000 Aksi Pro-Palestina Digelar di Eropa Selama Tiga Tahun
Di sini, pengunjung juga dapat menemukan Kamp Pengungsi Tibet Tashiling, tempat komunitas pengungsi Tibet telah tinggal selama puluhan tahun.
- Kerajaan Terlarang di Balik Puncak Himalaya
Di balik Puncak Annapurna dan Dhaulagiri, tersembunyi sebuah kerajaan kuno yang disebut Mustang atau Kerajaan Lo. Wilayah ini, yang terletak tepat di perbatasan Nepal dengan Tibet, pernah menjadi “Kerajaan Terlarang” yang tertutup bagi orang asing.
Saat ini, Mustang perlahan membuka diri bagi para penjelajah, menawarkan peninggalan terakhir budaya Buddha Tibet tradisional di bumi. Di Upper Mustang, budaya, agama, dan tradisi Tibet diyakini berada pada titik termurninya, dihuni oleh suku Loba yang masih mempercayai bahwa bumi itu datar.

(Everest Adventures)
Begitulah, 7 keunikan Nepal, negeri di atas awan Pegunungan Himalaya. Keunikan Nepal memang tak terhitung jumlahnya. Dari kedalaman lembah yang disapu banjir hingga puncak tertinggi di dunia, dari tanaman ganja yang kontroversial hingga tempat lahir Sang Buddha.
Baca Juga: Pesan Politik di Balik Pengiriman Jet Temput Aljazair Ke Niger
Nepal adalah negeri kontras yang menyimpan keindahan dan kerentanan. Di balik tragedi yang menimpa, Nepal mengingatkan kita akan kekuatan alam yang tak terbendung dan pentingnya memahami serta menghargai keunikan setiap budaya.
Sebuah negeri yang mungkin hanya segelintir dari kita yang tahu, namun menyimpan cerita yang layak untuk disimak oleh dunia, termasuk Indonesia. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Aljazair Kirim Jet Tempur ke Niger untuk Dukung Otoritas
















Mina Indonesia
Mina Arabic