Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gunung Anak Krakatau Berstatus Waspada, Masyarakat dan Wisatawan Diminta Menjauh

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 29 Juni 2026 - 22:27 WIB

Senin, 29 Juni 2026 - 22:27 WIB

93 Views ㅤ

Ketenangan sejati bukanlah ketika dunia berhenti riuh, melainkan ketika hati belajar hening di tengah hiruk pikuknya.(Foto: ig)

LAMPUNG, MINA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat dan operator kapal wisata agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Saat ini, gunung api yang berada di Selat Sunda tersebut masih berstatus Level II (Waspada) dengan rekomendasi larangan beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

PVMBG menjelaskan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih fluktuatif dan berpotensi memicu letusan secara tiba-tiba.

Oleh karena itu, nelayan, wisatawan, maupun operator kapal wisata diminta mematuhi zona bahaya yang telah ditetapkan demi menghindari risiko paparan material vulkanik, lontaran batu pijar, maupun abu vulkanik yang dapat membahayakan keselamatan.

Selain menjaga jarak aman, masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga: Semeru Erupsi Dua Kali Hari Ini, Warga Diminta Jauhi Aliran Besuk Kobokan

PVMBG meminta masyarakat mengikuti perkembangan resmi yang disampaikan melalui Badan Geologi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta pemerintah daerah setempat.

Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Gunung ini muncul setelah letusan dahsyat Gunung Krakatau pada 1883 yang memicu tsunami besar dan menewaskan puluhan ribu orang.

Aktivitas vulkaniknya terus dipantau karena berada di jalur pelayaran strategis Selat Sunda serta menjadi salah satu tujuan wisata alam yang banyak dikunjungi wisatawan.

Pada Desember 2018, sebagian tubuh Gunung Anak Krakatau runtuh akibat aktivitas erupsi, memicu tsunami yang menerjang pesisir Banten dan Lampung.

Baca Juga: Presiden Prabowo Copot Listyo Sigit dari Kepala Staf Kepresidenan Usai Ditetapkan Tersangka Penyadapan

Peristiwa tersebut menyebabkan ratusan korban jiwa dan menjadi pengingat bahwa aktivitas vulkanik di kawasan itu dapat menimbulkan dampak yang luas, termasuk bahaya gelombang tsunami apabila terjadi longsoran material gunung ke laut.

Status Level II (Waspada) belum mengharuskan adanya evakuasi penduduk, namun seluruh pihak diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, sekaligus memastikan masyarakat dan pelaku wisata mematuhi seluruh rekomendasi demi meminimalkan risiko bencana. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: BPOM Ungkap Sejumlah Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Rekomendasi untuk Anda