Yogyakarta, MINA – Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah kembali mengalami erupsi dengan meluncurkan awan panas guguran sejauh sekitar 2.000 meter ke arah barat daya, Jumat (28/8) malam. Peristiwa tersebut terjadi pukul 21.22 WIB dan mengarah ke hulu Kali Sat/Putih.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat awan panas guguran tersebut memiliki amplitudo maksimum 87,74 milimeter dengan durasi 116,97 detik. Aktivitas vulkanik itu terpantau melalui peralatan pemantauan Gunung Merapi yang terus dilakukan oleh petugas.
Masyarakat diminta tidak mendekati daerah bahaya, terutama kawasan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Imbauan tersebut penting karena guguran lava maupun awan panas dapat meluncur mengikuti alur sungai dan membahayakan warga yang berada di kawasan rawan.
Aktivitas Merapi juga masih berada pada Level III atau Siaga. Kondisi ini menunjukkan aktivitas vulkanik masih tinggi, dengan potensi guguran lava dan awan panas terutama pada sektor selatan hingga barat daya. Sejumlah alur sungai seperti Kali Sat, Kali Putih, Krasak, Bebeng dan Boyong menjadi kawasan yang perlu mendapat perhatian.
Baca Juga: MK Tolak Gugatan Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka
Sebelumnya, aktivitas Merapi dalam beberapa hari terakhir juga ditandai dengan guguran lava yang mencapai sekitar dua kilometer. Kondisi tersebut menunjukkan suplai magma masih berlangsung dan dapat memicu runtuhnya material di kawasan puncak yang kemudian menghasilkan guguran lava maupun awan panas.
Badan Geologi mengingatkan masyarakat agar mematuhi rekomendasi keselamatan dan tidak beraktivitas di zona yang telah ditetapkan sebagai kawasan rawan bencana. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar, khususnya ketika terjadi hujan deras di kawasan puncak dan lereng Gunung Merapi. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
















Mina Indonesia
Mina Arabic