Gaza, MINA – Gerakan perlawanan Palestina, Hamas telah memberi tahu para mediator bahwa mempertimbangkan untuk menarik diri dari kesepakatan Gaza, sebagai protes atas serangan udara Israel yang terus berlanjut.
Saluran 14 Israel pada Rabu (5/8), melaporkan, pesan yang dikirimkan kepada para mediator tersebut dapat mempengaruhi jalannya negosiasi sensitif yang sedang berlangsung.
Sumber-sumber Israel mengatakan pemerintah sedang mengkaji implikasi dari pesan Hamas dan opsi-opsi yang tersedia dalam beberapa jam ke depan, dengan diskusi terus berlanjut di antara pimpinan politik serta keamanan Israel mengenai perkembangan terbaru.
Menurut laporan tersebut, perdebatan di Israel berpusat pada dua opsi utama. Pertama adalah mempertahankan tekanan militer dengan melanjutkan operasi, serangan udara, dan pembunuhan tertarget, dengan penilaian bahwa tekanan yang berkelanjutan dapat memaksa Hamas untuk membuat konsesi. Kedua adalah menghentikan sementara operasi militer untuk memberikan negosiasi peluang lebih baik dalam mencapai kemajuan dan terobosan.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Perkembangan ini terjadi ketika kontak antara Israel dan Hamas terus berlanjut melalui mediator regional dan internasional dalam upaya mencapai kesepakatan baru mengenai situasi di Gaza.
Sifat sensitif dari negosiasi ini semakin diperumit oleh agresi militer Israel yang terus berlanjut, sehingga dipandang sebagai pelanggaran terhadap semangat gencatan senjata.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic