Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hamas Bantah Pernyataan Sekjen PBB soal “Terorisme” 7 Oktober 2023

Arina Islami Editor : Rudi Hendrik - Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:56 WIB

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:56 WIB

23 Views ㅤ

Gaza, MINA — Kelompok pejuang Hamas membantah pernyataan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres yang menyebut peristiwa 7 Oktober 2023 sebagai “terorisme mengerikan dan berskala besar”, seraya menilai pernyataan tersebut mengadopsi narasi Zionis Israel dan mengabaikan konteks sejarah Palestina.

Dalam pernyataannya, Hamas menyebut keterangan Guterres mengandung “kekeliruan yang telah terbukti tidak benar” serta mengabaikan fakta-fakta yang ada. Melansir Middle East Monitor, Rabu (7/10).

Hamas meminta Sekjen PBB tersebut mencabut apa yang mereka sebut sebagai informasi yang keliru.

Hamas juga mengkritik kalimat Guterres dalam menggambarkan agresi militer Zionis Israel di Gaza dan dampaknya terhadap rakyat Palestina.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Guterres sebelumnya mengatakan warga sipil sengaja menjadi sasaran dalam serangan 7 Oktober 2023 dan merujuk pada laporan kekerasan seksual serta perlakuan buruk terhadap sandera Israel.

Guterres juga menyampaikan penderitaan besar yang dialami rakyat Palestina di Gaza akibat agresi Israel, termasuk korban jiwa dalam jumlah besar, pengungsian dan kehancuran luas.

Hamas menolak tuduhan terkait penargetan warga sipil, kekerasan seksual dan perlakuan terhadap sandera Israel.

Hamas menyatakan sejumlah laporan hak asasi manusia, investigasi jurnalistik dan bukti lainnya telah membantah narasi tersebut.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Hamas menyebut pernyataan Guterres sebagai bentuk penerimaan terhadap “narasi Zionis yang palsu dan menyesatkan”.

Kelompok tersebut menilai pernyataan itu mengabaikan konteks sejarah berupa penjajahan, blokade dan berbagai pelanggaran terhadap rakyat Palestina, tanah mereka, tempat-tempat suci serta para tahanan.

Hamas juga menegaskan bahwa rakyat Palestina memiliki hak untuk membela diri dan melakukan perlawanan terhadap penjajahan Zionis Israel berdasarkan hukum internasional.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid 

Rekomendasi untuk Anda