Gaza, MINA – Gerakan perlawanan Hamas secara tegas menolak laporan Dewan Perdamaian (BoP) yang disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB dan menilai laporan tersebut mengandung banyak kekeliruan dan membebaskan Israel dari tanggung jawab atas pelanggaran gencatan senjata di Jalur Gaza.
Dalam pernyataan resmi pada Selasa (19/5), Hamas mengkritik laporan yang dinilai tidak mencerminkan fakta di lapangan. Wafa melaporkan.
“Kami menolak laporan yang diajukan Dewan Perdamaian kepada DK PBB. Laporan itu mengandung banyak ketidakakuratan dan kekeliruan yang membebaskan Israel dari tanggung jawab atas pelanggaran harian terhadap perjanjian gencatan senjata di Gaza,” ujar Hamas.
Hamas juga menyatakan bahwa laporan tersebut mengabaikan upaya Israel yang menghalangi perjanjian dengan menolak memenuhi komitmennya. Israel disebut bersikukuh melanggar kesepakatan dan malah berfokus pada isu pelucutan senjata.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Terkait klaim bahwa Hamas menjadi penghambat rekonstruksi Gaza, gerakan ini menegaskan bahwa tuduhan tersebut palsu dan mendistorsi realitas. Menurut Hamas, tuduhan itu mengabaikan kegagalan Israel memenuhi sebagian besar komitmennya, pembatasan terus-menerus di perlintasan perbatasan, serta pencegahan masuknya bahan bangunan dan peralatan penting untuk memperbaiki infrastruktur di Gaza.
Lebih lanjut, Hamas menyatakan bahwa bertentangan dengan klaim laporan yang menyebut Hamas menolak melepaskan kendali atas Gaza, gerakan ini berulang kali menegaskan kesiapannya untuk menyerahkan administrasi Gaza kepada Komite Nasional.
Hamas juga terus menyerukan agar komite tersebut diizinkan masuk dan diberdayakan, sementara Israel terus menghalangi kedatangan komite tersebut.
Hamas mendesak Dewan Perdamaian dan perwakilannya, Nickolay Mladenov, untuk tidak mengadopsi narasi Israel serta menekan Zionis agar memenuhi komitmennya di bawah tahap pertama perjanjian, terutama dalam menghentikan agresi sehari-hari terhadap warga Palestina di Gaza.[]
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic