Tel Aviv, MINA – Seorang warga Israel dilaporkan terluka setelah tiga roket ditembakkan dari wilayah Lebanon menuju kawasan Israel utara pada Jumat (8/5), menandai serangan pertama sejak gencatan senjata antara kedua pihak diberlakukan beberapa pekan lalu.
Militer Israel menyatakan sistem pertahanan udara berhasil mencegat sebagian proyektil, sementara satu lainnya jatuh di area permukiman dekat perbatasan utara. Anadolu melaporkan.
Insiden tersebut memicu sirene peringatan di sejumlah wilayah dan meningkatkan kembali ketegangan yang sebelumnya sempat mereda setelah mediasi internasional menghasilkan kesepakatan penghentian pertempuran sementara.
Sebelumnya, jet tempur Israel melancarkan serangan udara ke beberapa titik di Lebanon selatan yang disebut sebagai lokasi peluncuran roket.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Media Lebanon melaporkan sedikitnya lima orang tewas akibat serangan tersebut, termasuk seorang petugas medis. Ketegangan terbaru ini terjadi hanya beberapa hari setelah Israel menggempur pinggiran Beirut untuk pertama kalinya sejak pengumuman gencatan senjata April lalu.
Pemerintah Lebanon menegaskan komitmennya terhadap gencatan senjata dan meminta tekanan internasional agar Israel menghentikan serangan serta penghancuran rumah-rumah warga di wilayah selatan Lebanon.
Presiden Lebanon Joseph Aoun juga menyerukan Uni Eropa untuk membantu menjaga stabilitas kawasan dan mendorong implementasi penuh kesepakatan penghentian konflik.
Sementara itu, kelompok Hezbollah sebelumnya menyatakan Israel berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata melalui serangan udara dan operasi militer di wilayah Lebanon selatan.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Dalam beberapa pekan terakhir, kedua pihak saling melontarkan tuduhan pelanggaran, termasuk serangan drone dan roket lintas batas yang menyebabkan korban di kedua sisi.
Insiden terbaru ini memperlihatkan rapuhnya situasi keamanan di perbatasan Israel-Lebanon, terutama di tengah meningkatnya ketegangan kawasan akibat konflik Gaza dan perang Iran-Israel yang turut memengaruhi dinamika Timur Tengah.
Kekhawatiran internasional pun meningkat bahwa eskalasi baru di Lebanon dapat memicu konflik regional yang lebih luas jika upaya diplomasi gagal menahan situasi. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic