Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hikmah Kurban Yang Jarang Dibahas Dari Ketahanan Pangan dan Suplemen Otak

Arief Rahman Editor : Rudi Hendrik - Jumat, 29 Mei 2026 - 09:52 WIB

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:52 WIB

44 Views ㅤ

Program Qurban Youth Excellence dan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) di Sumut dan Aceh (foto: for MINA)

HARI RAYA Idul Adha atau bisa disebut juga Idul Qurban  1447 H baru saja berlalu. Gempitanya masih terasa dimana-mana. Karena, hari Tasyrik yakni 3 hari setelah Idul Adha masih memberikan kesempatan bagi mereka yang belum melakukan ritual kurban untuk melaksanankannya.

Aroma khas pasca pemotongan daging merebak dimana-mana. Aroma daging segar, bau darah dan kotoran hewan pasca penyembelihan tercium dimana masyarakat muslim berkumpul. Di Masjid, langgar atau musholla, sekolahan maupun kantor-kantor swasta dan pemerintah menjadi tempat tempat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.

Penjual marak menjajakan peralatan pengolahan daging. Arang, panggangan daging, tusuk sate, kecap dan bumbu barbeque melonjak permintaannya. Acara berkumpul baik dalam jumlah kecil maupun besar mendadak diagendakan. Mensyukuri pembagian daging dengan menikmati secara bersama dengan olahan aneka rupa. Sate, sop, rawon menjadi menu pilihan utamanya.

Sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak, perayaan kurban di Indonesia mencatatkan kontribusi yang tidak sedikit bagi perekonomian. Berdasarkan pernyataan Wamentan Sudaryono, Pemerintah menyediakan stok hewan kurban di tahun 2026 ini sebanyak 3,2 juta ekor. Sementara  kebutuhannya diperkirakan hanya 2,4 juta ekor. Angka yang tidak sedikit untuk menyumbang insentif disaat kondisi ekonomi saat ini yang sedang tidak baik-baik saja.

Baca Juga: Solidaritas Spanyol untuk Palestina, Dari Kibaran Bendera Yamal Hingga Kebijakan PM Sánchez

Data dari FAO, orang Indonesia hanya mengkonsumsi daging 12 kg/kapita per tahun. Secara spesifik, untuk daging sapi hanya 2,25 kg/kapita per tahun. Faktor penyebab rendahnya angka ini adalah daya beli yang rendah sementara faktor minornya adalah syariat larangan mengkonsumsi daging babi dimana harga daging babi jauh lebih rendah dengan daging sapi. Bandingkan dengan negara yang perekonomiannya lebih maju seperti Hongkong, Macao dan Islandia tingkat konsumsi daging dengan170 kg/orang per tahun. Sementara Amerika, Argentina dan Australia mengkonsumsi setidaknya 110 kg/ orang per tahun.

Dalam prosesi pelaksanaan penyembelihan hewan qurban, salah satu hikmah dari ritual ini adalah keikutsertaan memberikan andil besar dalam mendorong konsumsi daging di Indonesia. Setidaknya satu paket daging yang dibagikan berisi 1- 1,5 kg  daging berikut dengan lemak dan tulang. Dalam distribusinya, pembagian daging tidak hanya diperuntukkan untuk orang islam, non muslim pun mendapatkan bagiannya. Hal ini tidak melanggar syariat, justru memberikan hikmah tentang kemanfaatan dan kasih sayang untuk segala lapisan masyarakat.

Dari sisi kesehatan, mengkonsumsi olahan daging merah segar memberikan kontribusi besar dalam perkembangan otak. Dalam sebuah daging merah segar terkandung Zinc, zat besi dan vitamin B12 serta zat lainnya  yang notabenenya sangat krusial untuk kesehatan dan pertumbuhan otak. Semua zat ini tidak bisa optimal didapatkan kecuali melalui konsumsi daging. Studi cross-sectional terhadap 20.086 orang dewasa Cina di atas 50 tahun menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi daging di masa kecil memiliki fungsi kognitif lebih baik di usia tua — sebuah efek yang bertahan lintas generasi.

Berdasarkan fakta-fakta di atas, ibadah Qurban tidak hanya memiliki dimensi spiritual saja namun juga sarat dengan dimensi sosial, ekonomi dan ketahanan pangan. Sebuah ibadah yang telah dicontohkan oleh keluarga terbaik. Dipimpin kepala keluarga yang taat dan ikhlas Ibrahim A.S, diikuti oleh istrinya yang taat Hajar dan anaknya yang shaleh Ismail. Semua dijalankan semata mata karena ketaatan kepada Allah SWT. Inilah wujud nyata Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin sebagaimana ditegaskan dalam surat Al Quran surat Al Hajj ayat:28

Baca Juga: Israel Dituduh Memata-matai Guru-Guru Palestina yang Kritik Perang Gaza

لِّيَشۡهَدُوۡا مَنَافِعَ لَهُمۡ وَيَذۡكُرُوا اسۡمَ اللّٰهِ فِىۡۤ اَ يَّامٍ مَّعۡلُوۡمٰتٍ عَلٰى مَا رَزَقَهُمۡ مِّنۡۢ بَهِيۡمَةِ الۡاَنۡعَامِ​​ ۚ فَكُلُوۡا مِنۡهَا وَاَطۡعِمُوا الۡبَآٮِٕسَ الۡفَقِيۡـرَ

“Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Dia berikan kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.”

Semoga Allah SWT menerima semua ibadah haji dan qurban yang dilaksanakan oleh seluruh umat islam di dunia, aamiin. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Mali Bangkit dengan Tambang Emas dalam Nasionalisme dan Kedaulatan

Rekomendasi untuk Anda