Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hizbullah Sebut Iran Jadi Sasaran Utama AS–Israel Karena Hambat Ide “Israel Raya”

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 15 Februari 2026 - 07:06 WIB

Ahad, 15 Februari 2026 - 07:06 WIB

57 Views ㅤ

Kepala Dewan Eksekutif Hizbullah, Ali Damoush (foto: Pars Today)

Beirut, MINA — Kelompok bersenjata Hizbullah menegaskan bahwa Republik Islam Iran menjadi target utama kekuatan Amerika Serikat dan Israel, karena dianggap menjadi satu-satunya negara yang konsisten menghalangi ambisi pembentukan konsep geopolitik yang disebut “Israel Raya” di Timur Tengah.

Pernyataan itu mengemuka di tengah meningkatnya ketegangan dan konflik di kawasan. Pars Today melaporkan, Ahad (15/2).

Menurut Kepala Dewan Eksekutif Hizbullah, Ali Damoush, perlawanan Iran terhadap agenda ekspansionis Israel menjadi alasan utama tekanan militer dan diplomatik yang diterima Teheran dari Washington dan Tel Aviv.

Ia menilai bahwa konflik saat ini bukan sekadar persaingan biasa, tetapi benturan antara dua orientasi geopolitik berbeda.

Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi

Konsep “Israel Raya” sendiri merujuk pada gagasan perluasan wilayah Israel jauh melampaui batas perbatasan saat ini, termasuk aneksasi sebagian besar wilayah Palestina dan perluasan pengaruhnya hingga ke negara tetangga.

Menurut Hizbullah, Iran yang menjadi pendukung utama kelompok perlawanan seperti Hizbullah, Hamas dan kelompok pro-Teheran lainnya, dianggap menjadi penghalang terpenting terhadap peta ini.

Permusuhan terhadap Iran bukan hanya datang dari Israel saja, tetapi juga didukung secara kuat oleh Amerika Serikat yang melihat Teheran sebagai ancaman strategis di kawasan.

Tehran telah berkali-kali menjadi sasaran tekanan ekonomi dan sanksi, termasuk intimidasi militer oleh negara Barat, seperti yang terjadi selama konflik udara besar pada pertengahan 2025 lalu ketika Israel menarget fasilitas nuklir Iran dan balasan udara kemudian diluncurkan oleh Teheran.

Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal

Namun, para analis internasional menilai hubungan Iran dengan kelompok seperti Hizbullah merupakan bagian dari apa yang disebut sebagai “Axis of Resistance” poros perlawanan yang menentang dominasi militer dan politik Barat serta sekutunya di Timur Tengah.

Keberadaan Iran sebagai pendukung utama membuatnya memikul risiko besar dalam konfrontasi geopolitik, baik dari sisi militer maupun diplomasi global.

Ketegangan saat ini harus dipahami dalam konteks sejarah panjang konflik regional antara Iran, Israel dan Amerika Serikat, yang mencakup serangan udara, serangan rudal, tekanan sanksi, serta persaingan ideologis yang intens.

Iran selama puluhan tahun telah memainkan peran strategis dalam mendukung kelompok militan pro-Teheran di Lebanon, Suriah dan Irak sebagai bagian dari upaya memperluas pengaruhnya serta menahan ekspansi yang dianggap sebagai ancaman oleh rezim Israel dan sekutunya. []

Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Palestina
Internasional
Internasional
Internasional