New Delhi, MINA – Para menteri luar negeri negara-negara anggota BRICS menyerukan Israel untuk mundur dari Lebanon dan mendesak penghormatan penuh terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.
Dalam pernyataan yang diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri India pada Jumat (15/5) setelah pertemuan di ibu kota India, para menteri menyerukan kepada Israel untuk menarik pasukan pendudukan mereka dari seluruh wilayah Lebanon, termasuk beberapa posisi di Lebanon selatan tempat pasukan dilaporkan masih ditempatkan. Almayadeen melaporkan.
Para menteri luar negeri BRICS mengingatkan kembali perjanjian gencatan senjata yang ada di Lebanon dan menyerukan kepada semua pihak untuk mematuhi ketentuan-ketentuannya secara ketat, sambil mengutuk pelanggaran gencatan senjata yang terus berlanjut dan menyatakan tindakan tersebut merusak stabilitas regional dan upaya diplomatik untuk menjaga perdamaian.
Pernyataan tersebut menyoroti peran penting Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) dalam menjaga stabilitas di sepanjang perbatasan.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Anggota BRICS menekankan pentingnya memastikan keselamatan, keamanan, dan kebebasan bergerak semua personel dan peralatan PBB, serta menghormati kekebalan wilayah PBB.
Para menteri mengutuk semua serangan terhadap instalasi dan personel UNIFIL, menyatakan tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.
Mereka menegaskan kembali pentingnya melindungi misi perdamaian PBB dan memastikan kemampuan untuk beroperasi tanpa hambatan di zona konflik.
Para menteri luar negeri negara anggota BRICS berkumpul di New Delhi untuk pertemuan dua hari yang dibuka pada Kamis, sebuah pertemuan persiapan menjelang KTT pemimpin BRICS ke-18 yang akan diselenggarakan India pada bulan September.
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Perang AS-Israel di Iran dan krisis energi yang semakin memburuk diperkirakan akan menjadi agenda formal blok tersebut tentang reformasi multilateral dan kerja sama Global Selatan.
India, yang memegang kepemimpinan BRICS untuk tahun 2026, menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi di Bharat Mandapam Convention Centre, yang dipimpin Menteri Luar Negeri Subrahmanyam Jaishankar.
Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan dari kesebelas negara anggota BRICS: Brasil, Rusia, India, Cina, Afrika Selatan, Iran, Mesir, Ethiopia, Indonesia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. []
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic