Yerusalem, MINA – Duta Besar wilayah “separatis” Somaliland untuk Israel, Mohamed Omar Haji Mahmoud, mengatakan pada Selasa (19/5) pemerintah berencana segera mendirikan kedutaan di Yerusalem, menyusul pengakuan sepihak Israel atas kemerdekaan wilayah tersebut di bulan Desember.
Dalam sebuah unggahan di X, Mahmoud juga menyatakan bahwa Israel juga akan mendirikan kedutaannya di Hargeisa, ibu kota Somaliland.
Almayadeen melaporkan, Hal ini terjadi tak lama setelah Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar mengatakan bahwa pembukaan kedutaan di Yerusalem akan menjadi langkah penting lainnya dalam memperkuat hubungan dengan Somaliland, menambahkan bahwa kedutaan Somaliland, setelah dibuka, akan menjadi kedutaan kedelapan di Yerusalem.
Daka Kassim, Kepala Departemen Politik Kementerian Luar Negeri Somaliland, Januari lalu mengkonfirmasi pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Israel mengenai potensi kerja sama keamanan, termasuk diskusi tentang pendirian pangkalan militer.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Pada saat itu, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar mengunjungi Somaliland. Kunjungan tersebut terjadi 10 hari setelah Israel secara resmi mengakui Republik Somaliland yang memproklamirkan diri sebagai “negara merdeka”.
Dahulu merupakan protektorat Inggris, Somaliland telah lama berupaya mendapatkan pengakuan resmi, menandatangani berbagai perjanjian bilateral dengan pemerintah asing tentang investasi dan keamanan.
Pengakuan Israel ini menyusul hubungan internasional yang semakin tegang selama bertahun-tahun akibat genosida di Gaza dan agresi yang meningkat di Tepi Barat yang diduduki, serta agresi yang lebih luas di kawasan tersebut terhadap Suriah, Lebanon, Yaman, dan Iran.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan pada 26 Desember 2025 bahwa Israel akan mengakui Somaliland yang memproklamirkan diri sebagai “negara merdeka”, 35 tahun setelah wilayah tersebut mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Netanyahu menyebut keputusan tersebut konsisten dengan “semangat Kesepakatan Abraham” yang dimediasi AS, yang menormalisasi hubungan antara pendudukan Israel dan beberapa negara Arab pada tahun 2020.
Departemen Luar Negeri AS menegaskan kembali mereka tetap mengakui integritas teritorial Somalia, termasuk Somaliland. Presiden AS Donald Trump, ketika ditanya apakah Amerika Serikat akan mengikuti jejak entitas Israel, tampak skeptis, dengan mengatakan masalah tersebut “sedang dipelajari”.
Pada periode yang sama, Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi menyambut baik keputusan tersebut, mengatakan bahwa Hargeisa akan bergabung dengan kesepakatan normalisasi dan menggambarkan langkah tersebut sebagai kontribusi terhadap perdamaian regional dan global. []
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic