Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hamas Kecam Rencana Somaliland Buka kedutaan di Yerusalem yang diduduki

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Senin, 15 Juni 2026 - 20:27 WIB

Senin, 15 Juni 2026 - 20:27 WIB

36 Views ㅤ

Gaza, MINA – Gerakan Hamas mengecam pengumuman Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi bahwa wilayah yang memisahkan diri itu berencana untuk membuka kedutaan di Yerusalem yang diduduki.

Hamas menyebut langkah itu sebagai “kesalahan politik” dan pelanggaran hukum internasional serta posisi Arab dan Islam yang telah lama dipegang mengenai kota tersebut. Palestinian Information Center melaporkan, Senin (15/6).

Dalam sebuah pernyataan pada Ahad, Hamas mengatakan pembukaan kedutaan di Yerusalem yang diduduki akan menunjukkan pengabaian terhadap status keagamaan, politik, dan hukum kota tersebut.

Mereka memperingatkan konsekuensi serius dari langkah tersebut dan mendesak otoritas Somaliland untuk membatalkannya.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

Hamas juga mengutuk kunjungan Abdullahi ke Israel dan pertemuannya dengan para pejabat Israel, mengatakan bahwa langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat hubungan dengan pemerintah yang melakukan pelanggaran dan kejahatan terhadap Palestina.

Hamas menyerukan kepada Liga Arab, Organisasi Kerja Sama Islam, dan badan-badan terkait lainnya untuk bertindak melawan upaya untuk memecah konsensus yang mendukung hak-hak Palestina dan untuk mencegah normalisasi lebih lanjut dengan Israel sementara serangannya terhadap Palestina terus berlanjut.

Presiden Somaliland tiba di Israel untuk mengambil bagian dalam pembukaan kedutaan yang direncanakan di Yerusalem yang diduduki, sebuah langkah yang telah menuai kritik luas di seluruh dunia Arab dan Muslim.

Media Israel melaporkan kunjungan tersebut mencakup pertemuan dengan pejabat senior Israel, termasuk presiden, menteri luar negeri, dan perdana menteri, serta pejabat ekonomi, di tengah percepatan hubungan antara kedua pihak dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Beberapa negara, termasuk Turkiye, Mesir, Qatar, Yordania, dan Pakistan, telah menolak keputusan Somaliland untuk membuka kedutaan di Yerusalem yang diduduki, menegaskan kembali penentangan mereka terhadap langkah-langkah yang mengubah status hukum dan sejarah kota tersebut. []

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda