Islamabad, MINA – Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menungkapkan, Pakistan resmi ditunjuk sebagai lokasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini.
Agenda besar perundingan ini disebut sebagai langkah krusial untuk mencairkan kebuntuan komunikasi terkait aktivitas nuklir Teheran serta stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah. The Wall Street Journal melaporkan, Kamis (26/3).
Pemilihan Pakistan sebagai mediator dan tuan rumah dipandang strategis mengingat posisi Islamabad yang memiliki hubungan baik dengan kedua belah pihak.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik balik setelah serangkaian eskalasi militer yang sempat memanas, di mana kedua negara kini mencoba mencari solusi melalui jalur meja perundingan guna menghindari konflik terbuka yang lebih luas.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
IAEA menekankan pentingnya pengawasan internasional terhadap fasilitas nuklir Iran sebagai salah satu syarat utama dalam dialog ini. Pihak Iran sendiri dikabarkan bersedia duduk bersama asalkan kepentingan nasional dan hak kedaulatan mereka dihormati, termasuk tuntutan mengenai kejelasan status sanksi ekonomi yang selama ini membebani rakyat Iran.
Perundingan di Pakistan ini terjadi di tengah desakan global agar AS menghentikan kebijakan standar ganda di kawasan. Keterlibatan IAEA dalam memfasilitasi dialog ini merupakan upaya terakhir untuk menyelamatkan sisa-sisa kesepakatan nuklir yang sempat terhenti akibat penarikan diri sepihak oleh Washington di masa lalu.
Sejumlah negara Muslim di kawasan menyambut baik inisiatif ini, mengingat stabilitas di Teluk sangat berpengaruh pada jalur logistik dan energi dunia.
Keberhasilan pertemuan di Islamabad akan menjadi ujian bagi diplomasi AS dalam membuktikan komitmen mereka terhadap perdamaian dunia, tanpa harus menggunakan tekanan militer yang destruktif.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Hasil dari perundingan akhir pekan ini akan menentukan arah kebijakan luar negeri banyak negara dalam menghadapi krisis di Timur Tengah.
Dunia kini menanti apakah pertemuan di tanah Pakistan ini mampu melahirkan kesepakatan konkret yang adil dan berkelanjutan bagi kemaslahatan umat manusia serta keamanan global secara menyeluruh. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic