Natar, MINA – Pembina Jaringan Al-Fatah, Imaam KH YakhsyallahMansur, MA menegaskan Pelajaran Al-Quds wal Maqdisiyah sangat penting diajarkan kepada pelajar Muslim, dari usia TK, MI, MTs, dan MA, hingga Perguruan Tinggi.
Imaam Yakhsyallah menyatakan hal itu pada tausiyah pembukaan Pelatihan Pengajaran Mata Pelajaran Al-Jama’ah wal Imaamah dan Mata Pelajaran Al-Quds wal Maqdisiyah untuk Asatidz Al-Fatah Lampung di Pesantren Al-Fatah Al-Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan, Kamis (2/7).
Ia menekankan pembebasan Al-Aqsa akan dapat terlaksana manakala umat Islam bersatu, berjama’ah, karena Allah.
Perintah Allah dan Rasul-Nya menyebutkan, urutannya adalah berjama’ah, mendengar, taat, hijrah dan jihad di jalan Allah. Maka, jihad di jalan Allah merupakan puncak dari kegiatan berjama’ah, bersatunya umat Islam secara terpimpin, lanjutnya.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Ia menggambarkan bagaimana ketika Khalifah Umar bin Khattab saat pembebasan Al-Quds, menyerukan tentang tidak ada Islam kecuali dengan Al-Jama’ah.
“Ini menunjukkan kaitan era antara Islam dengan kehidupan berjama’ah,” ujarnya.
Imaam Yakhsyallah Mansur juga berencana mengadakan roadshow ke berbagai lembaga Tarbiyah Al-Fatah untuk memantapkan kedua mata pelajaran strategis tersebut.
Dalam kegiatan yang diikuti seluruh asatidz jenjang TK, MI, MTs, MA dan Perguruan Tinggi tersebut, pelatihan Materi Pelajaran Al-Quds wal Maqdisiyah disampaikan oleh Ali Farkhan Tsani, Duta Al-Quds Internasional, alumni Mu’assasah Al-Quds Ad-Dauliyah Yaman. []
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic