Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Inggris akan Perluas Sanksi terhadap Permukiman Israel hingga Golan dan Yerusalem Timur

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Sabtu, 12 September 2026 - 14:55 WIB

Sabtu, 12 September 2026 - 14:55 WIB

28 Views ㅤ

Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband. (Foto: Ed Miliband)

London, MINA – Pemerintah Inggris berencana memasukkan permukiman ilegal Yahudi di Dataran Tinggi Golan (Suriah) dan Yerusalem Timur yang berada di bawah pendudukan, ke dalam sanksi yang sebelumnya diterapkan pada permukiman di Tepi Barat.

Sumber-sumber di Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan langkah-langkah ini juga akan mencakup permukiman Israel di Dataran Tinggi Golan dan Yerusalem Timur. The New Arab pada Jumat (11/9) melaporkan kementerian-kementerian terkait telah mulai menyusun sanksi tersebut agar mencakup seluruh permukiman ilegal Yahudi di Golan dan Yerusalem Timur.

Pada Selasa (8/9), Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband mengumumkan Inggris sedang bersiap melarang masuknya barang-barang dari permukiman ilegal di Tepi Barat ke pasar Inggris.

Ia menegaskan transaksi keuangan dan layanan perbankan dengan permukiman-permukiman tersebut juga akan dilarang, disertai sanksi tambahan bagi para pemukim dan pihak-pihak yang mendukung aktivitas permukiman di Tepi Barat. Ia mengakui wilayah tersebut menghadapi pembersihan etnis yang dilakukan para pemukim yang ia sebut sebagai “teroris”.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Namun, pada saat itu, Menteri Luar Negeri tidak menyinggung mengenai gerakan permukiman Israel di Dataran Tinggi Golan, wilayah yang diduduki Israel secara paksa dalam perang bulan Juni 1967.

Sejak menduduki Dataran Tinggi Golan dalam perang tahun 1967, Israel telah mendirikan 34 permukiman yang menampung 30.000 pemukim. Menurut hukum internasional, permukiman-permukiman ini sepenuhnya ilegal.

Pada bulan Desember 2024, pendudukan Israel mengumumkan tujuannya menambah jumlah pemukim di Dataran Tinggi Golan yang diduduki, dengan menyatakan secara jelas target jangka panjangnya adalah menempatkan 100.000 penduduk di sana pada tahun 2030.

Dalam pernyataannya kepada The New Arab, Chris Doyle, Direktur Council for Arab-British Understanding (CAABU), menyebut langkah Inggris “sangat baik dan signifikan”.

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem

Rencana Inggris untuk memperluas cakupan sanksi ini diperkirakan akan membuat pemerintahan Presiden AS Donald Trump merasa terusik, mengingat pada Maret 2019 Trump mengakui klaim kedaulatan Israel atas wilayah Golan Suriah yang diduduki.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda