Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini 3 Strategi Peta Jalan NU Digdaya 2050

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 30 Agustus 2026 - 06:37 WIB

Ahad, 30 Agustus 2026 - 06:37 WIB

23 Views ㅤ

Konpres jelang Muktamar NU 20206 (foto: PBNU)

Jombang, MINA – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mengesahkan Peta Jalan “NU Digdaya 2050” sebagai arah strategis jangka panjang organisasi untuk membangun NU yang kuat, tangguh, dipercaya, dan bermartabat.

Peta jalan tersebut disahkan melalui Sidang Pleno III di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8).

Pimpinan Sidang Komisi Program, Alissa Wahid mengatakan Muktamar ke-35 mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya Komisi Program menghasilkan peta jalan jangka panjang yang menjadi panduan arah NU hingga 2050.

Menurutnya, dokumen tersebut merupakan amanah Muktamar ke-34, terutama karena NU telah memasuki abad kedua perjalanan organisasinya.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Strategi pertama adalah landasan transformasi, yang dimulai dengan penguatan jati diri NU. Tahap tersebut kemudian dilanjutkan melalui pembenahan tata kelola organisasi, penguatan kaderisasi, serta transformasi digital.

Landasan ini dipandang penting agar seluruh potensi sumber daya manusia NU dapat diarahkan secara lebih efektif untuk mendukung perkembangan organisasi.

Strategi kedua berupa empat pilar kemaslahatan, yakni pengembangan pesantren dan Aswaja, peningkatan keunggulan sumber daya manusia NU, penguatan kesejahteraan sosial-ekonomi, serta pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Keempat pilar tersebut menjadi jembatan antara penguatan internal organisasi dan kontribusi NU dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

Adapun strategi ketiga adalah khidmah bagi bangsa dan peradaban. Alissa menegaskan visi NU Digdaya tidak akan tercapai tanpa penguatan jati diri dan ideologi Aswaja an-Nahdliyyah di kalangan warga maupun pengurus.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Karena itu, penguatan nilai, kaderisasi, tata kelola, serta kapasitas organisasi menjadi bagian penting sebelum NU memperluas perannya dalam pengabdian bagi bangsa dan peradaban.

Peta Jalan NU Digdaya 2050 selanjutnya menjadi pijakan bagi NU dalam memasuki abad kedua. Dokumen tersebut diarahkan untuk menjadi pedoman transformasi organisasi secara bertahap, dengan sasaran pembangunan yang menjangkau berbagai tingkatan kepengurusan.

Dengan demikian, visi jangka panjang NU tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi diterjemahkan melalui program dan kerja organisasi yang terukur hingga 2050. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Indonesia
Indonesia
Indonesia