Teheran, MINA – Iran menyerukan penguatan kerja sama regional untuk menjaga keamanan dan stabilitas di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk.
Seruan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Selasa (28/7) yang menegaskan bahwa keamanan jalur pelayaran strategis itu harus menjadi tanggung jawab bersama negara-negara di kawasan, bukan melalui campur tangan kekuatan asing. IRNA melaporkan.
Araghchi mengatakan stabilitas Selat Hormuz hanya dapat diwujudkan melalui dialog, saling percaya, dan kerja sama antarnegeri pesisir Teluk Persia.
Menurutnya, pendekatan kolektif akan lebih efektif dalam menjamin kebebasan navigasi sekaligus mencegah eskalasi konflik yang dapat mengganggu perdagangan internasional dan pasokan energi dunia. Ia juga menekankan pentingnya menghormati kedaulatan setiap negara sebagai dasar membangun keamanan regional.
Baca Juga: Luksemburg Siapkan Aturan Larang Produk Permukiman Israel
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan Selat Hormuz setelah sejumlah insiden maritim, termasuk dugaan kapal yang menghantam ranjau laut dan meningkatnya aktivitas militer di kawasan.
Dalam beberapa bulan terakhir, hubungan Iran dengan Amerika Serikat kembali memanas sehingga memicu kekhawatiran akan terganggunya jalur pelayaran internasional yang menjadi salah satu nadi perdagangan minyak dunia.
Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab serta menjadi jalur transit bagi sekitar seperlima perdagangan minyak global. S
etiap gangguan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi rantai pasok energi, meningkatkan biaya logistik, serta mendorong kenaikan harga minyak di pasar internasional. Karena itu, keamanan Selat Hormuz menjadi perhatian utama negara-negara pengimpor energi dan pelaku industri pelayaran.
Baca Juga: Arab Saudi Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan dengan AS di Tengah Serangan Houthi
Iran selama ini menegaskan bahwa negara-negara kawasan memiliki kapasitas untuk menjaga keamanan perairan Teluk tanpa kehadiran militer asing.
Sebaliknya, Amerika Serikat dan sejumlah sekutunya berpendapat bahwa kehadiran armada internasional diperlukan untuk menjamin kebebasan navigasi serta melindungi kapal-kapal komersial dari ancaman keamanan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
















Mina Indonesia
Mina Arabic