Teheran – Pemerintah Iran mengajukan proposal perdamaian berisi 14 poin kepada Amerika Serikat melalui mediator Pakistan, sebagai langkah terbaru untuk mengakhiri konflik bersenjata yang telah mengguncang kawasan Timur Tengah sejak awal 2026.
Proposal tersebut disampaikan sebagai respons terhadap inisiatif Washington, dengan fokus utama pada penghentian perang secara menyeluruh.
Dokumen itu juga mencakup sejumlah tuntutan strategis, seperti penghentian serangan, pencabutan sanksi ekonomi, serta jaminan keamanan jangka panjang bagi Iran dari potensi agresi di masa depan. Tasnim melaproan, Ahad (3/5).
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa rencana 14 poin itu turut menekankan pembukaan kembali jalur vital energi global, termasuk Selat Hormuz, yang selama konflik menjadi titik ketegangan utama dan berdampak pada distribusi minyak dunia.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Selain itu, Iran juga mendorong pelepasan aset yang dibekukan serta pengakuan terhadap haknya dalam pengembangan energi nuklir untuk tujuan damai.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pihaknya tengah meninjau proposal tersebut, namun menunjukkan sikap hati-hati dan skeptis terhadap sejumlah poin yang diajukan Teheran.
Washington menilai beberapa syarat dalam proposal masih sulit diterima, terutama terkait jaminan keamanan dan pencabutan sanksi tanpa kesepakatan komprehensif.
Peran Pakistan dalam proses ini menjadi krusial, mengingat negara tersebut sejak awal konflik mengambil posisi sebagai mediator aktif.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Islamabad sebelumnya juga memfasilitasi gencatan senjata sementara antara kedua pihak, serta menjadi tuan rumah pembicaraan awal guna meredakan eskalasi konflik.
Keberhasilan inisiatif tersebut sangat bergantung pada kesediaan kedua pihak untuk berkompromi, di tengah tekanan geopolitik dan dampak luas perang yang telah mempengaruhi stabilitas kawasan serta perekonomian global, khususnya sektor energi. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic