Teheran, MINA– Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf melontarkan tuduhan serius terhadap Amerika Serikat (AS) yang disebutnya tengah mempersiapkan rencana serangan darat secara diam-diam di tengah eskalasi yang terus meningkat.
Pernyataan ini muncul sebagai respon atas laporan intelijen dan pergerakan militer Washington yang dinilai kontradiktif dengan klaim diplomasi yang sering digaungkan oleh Gedung Putih di forum internasional.
Ghalibaf menegaskan bahwa meskipun AS secara terbuka menyerukan negosiasi dan upaya de-eskalasi, di balik layar mereka sedang mematangkan strategi militer yang agresif. Farsnews melaporkan, Ahad (29/3).
Menurutnya, kegagalan mencapai target melalui perang udara dan sanksi ekonomi telah mendorong Washington untuk mempertimbangkan opsi operasi darat. Ia memperingatkan bahwa langkah tersebut hanya akan memicu konfrontasi yang lebih luas dan menghancurkan stabilitas keamanan di wilayah Timur Tengah.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Menyikapi ancaman tersebut, Teheran menyatakan kesiapan penuh untuk memberikan respons yang “menentukan” terhadap setiap bentuk agresi di kedaulatan tanah mereka.
Ghalibaf menekankan bahwa bangsa Iran dan angkatan bersenjatanya tidak akan tinggal diam jika wilayahnya dilanggar. Ketegangan ini semakin memuncak menyusul laporan adanya pengerahan ribuan personel tambahan pasukan AS ke beberapa pangkalan militer strategis yang mengelilingi wilayah Republik Islam tersebut.
Iran secara konsisten menyerukan agar negara-negara di kawasan membentuk aliansi keamanan mandiri tanpa campur tangan pihak luar. Bagi Teheran, perdamaian sejati hanya dapat dicapai jika pasukan trans-regional meninggalkan wilayah tersebut dan membiarkan bangsa-bangsa Muslim menentukan nasibnya sendiri.
Serangan darat ini bisa menjadi bentuk tekanan psikologis (psychological warfare) untuk memaksa Iran kembali ke meja perundingan dengan syarat-syarat yang merugikan. Namun, Iran tetap teguh pada pendiriannya untuk tidak bernegosiasi di bawah ancaman militer.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Ghalibaf mengingatkan dunia internasional akan dampak katastrofik jika konflik ini benar-benar pecah menjadi perang darat terbuka. Ia menyerukan kepada masyarakat dunia untuk bersikap kritis terhadap standar ganda yang dimainkan oleh negara-negara Barat.
Iran menegaskan bahwa perjuangan menjaga martabat dan kedaulatan adalah harga mati yang didukung oleh persatuan seluruh elemen bangsa di bawah kepemimpinan tertinggi.
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic