Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran dan AS Lanjutkan Negosiasi Nuklir di Jenewa Pekan Ini

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 23 Februari 2026 - 14:52 WIB

Senin, 23 Februari 2026 - 14:52 WIB

23 Views ㅤ

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (Foto: dok. Press TV)

Jenewa, MINA — Iran dan Amerika Serikat kembali membuka babak baru perundingan nuklir di Jenewa, Swiss, pekan ini dengan upaya intens untuk menemukan titik temu atas program nuklir Teheran yang menjadi sorotan dunia.

Dialog yang dimediasi oleh Oman ini dijadwalkan berlangsung pada 26 Februari, setelah putaran sebelumnya diadakan tanpa terobosan signifikan. MEMO melaporkan, Senin (23/2).

Dalam pertemuan yang dijadwalkan akhir pekan ini, diplomat senior dari kedua negara diharapkan bertemu di ibu kota Swiss untuk membahas proposal lanjutan mengenai pembatasan program nuklir Iran.

Negosiasi ini terjadi di tengah kritik tajam dari sebagian pihak yang menyatakan kesepakatan mendesak diperlukan guna meredam ketegangan yang meningkat di kawasan.

Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS

Sumber diplomatik menyebutkan bahwa Iran telah menyiapkan rancangan tawaran yang akan disampaikan kepada perunding AS, termasuk usulan kompromi mengenai pengayaan uranium yang selama ini menjadi titik perdebatan utama.

Teheran tetap menegaskan haknya atas penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai.

Sementara itu, Washington terus mendesak Iran untuk mempersempit ruang lingkup programnya, terutama terkait pengayaan uranium yang dinilai bisa dimanfaatkan untuk pengembangan senjata nuklir.

Pihak AS menyatakan kesediaan untuk melanjutkan dialog jika proposal konkret diterima dalam waktu dekat.

Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru

Perundingan ini juga berlangsung di bawah bayang-bayang kehadiran militer Amerika Serikat yang diperkuat di kawasan Timur Tengah dan tekanan diplomatik yang kuat dari sekutu-sekutunya.

Para pengamat keamanan internasional menyatakan, keberlanjutan dialog nuklir antara Iran dan AS di Jenewa mencerminkan kesadaran kedua belah pihak akan bahayanya konflik terbuka.

Namun, perbedaan mendasar soal arah program nuklir Tehran dan syarat-syarat pencabutan sanksi masih menjadi rintangan besar yang harus diatasi dalam perjalanan negosiasi ini. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Yair Golan Kritik Netanyahu Usai Trump Umumkan Penghentian Bantuan AS untuk Israel

Rekomendasi untuk Anda

Khadijah
Artikel
Tausiyah
Tausiyah
Artikel
Eropa