Teheran, MINA – Iran mengizinkan 24 kapal komersial melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir, sementara lebih dari 300 kapal lainnya dilaporkan telah mendaftarkan permohonan izin kepada Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) untuk melewati jalur pelayaran strategis tersebut.
Langkah itu menunjukkan masih ketatnya pengawasan Iran terhadap lalu lintas maritim di salah satu jalur energi terpenting dunia. Press TV melaporkan, Rabu (3/6).
Menurut otoritas Iran, kapal-kapal yang mendapat izin terdiri atas tanker minyak, kapal kontainer, serta kapal niaga lainnya yang telah berkoordinasi dengan IRGC sebelum memasuki atau keluar dari kawasan Teluk Persia. Teheran menegaskan bahwa pengaturan tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan pelayaran di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan.
Data yang dipublikasikan otoritas pelayaran Iran menunjukkan bahwa sejak April lalu lebih dari 300 kapal asing telah mengajukan permohonan izin melintas.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Mayoritas kapal tersebut merupakan tanker minyak yang berlayar menuju pasar Asia, terutama China dan India, sementara sebagian lainnya merupakan kapal pengangkut gas alam cair, kargo curah, dan kapal kontainer.
Pengawasan ketat Iran terhadap Selat Hormuz berlangsung sejak pecahnya konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Jalur laut tersebut memiliki arti strategis karena menjadi lintasan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Gangguan terhadap lalu lintas di kawasan itu telah menyebabkan lonjakan biaya asuransi kapal dan meningkatkan kekhawatiran pasar energi global.
Meski sejumlah kapal telah diizinkan melintas, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih jauh di bawah kondisi normal.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Sebelum konflik memanas, rata-rata lebih dari 120 kapal melintasi selat tersebut setiap hari. Namun dalam beberapa pekan terakhir jumlah kapal yang beroperasi menurun drastis akibat tingginya risiko keamanan dan ketidakpastian situasi di kawasan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic