Teheran, MINA – Militer Iran mengklaim serangan menggunakan drone generasi baru berhasil melumpuhkan hampir seluruh infrastruktur militer Amerika Serikat (AS) di pangkalan Erbil, Irak.
Klaim tersebut disampaikan juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, yang menyebut operasi itu sebagai bagian dari respons Teheran terhadap meningkatnya konfrontasi dengan Washington di kawasan Timur Tengah. IRNA melaporkan, Ahad (26/7).
Akraminia mengatakan serangan dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dengan memanfaatkan teknologi pesawat nirawak terbaru yang dikembangkan Iran.
Menurutnya, sistem persenjataan tersebut mampu menembus pertahanan udara lawan dan menghantam sasaran secara presisi, sehingga menyebabkan kerusakan besar pada fasilitas militer AS di Erbil. Ia menyebut operasi tersebut menjadi bukti peningkatan kemampuan pertahanan Iran dalam menghadapi ancaman eksternal.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Pihak Iran menegaskan serangan itu merupakan bagian dari hak mempertahankan diri setelah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir.
Teheran juga menyatakan akan terus merespons setiap tindakan yang dinilai mengancam keamanan nasionalnya. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Pentagon yang mengonfirmasi tingkat kerusakan sebagaimana diklaim oleh Iran.
Dalam beberapa hari terakhir, Iran mengintensifkan penggunaan drone dan rudal dalam operasi militernya di kawasan. perkembangan teknologi militer Iran, khususnya di bidang pesawat nirawak menjadi salah satu faktor yang mengubah dinamika konflik di Timur Tengah.
Berbagai analisis juga menyebut kemampuan tersebut terus berkembang melalui pengalaman operasional dan inovasi teknologi dalam negeri.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Pangkalan militer AS di Erbil merupakan salah satu fasilitas strategis Washington di Irak yang selama ini digunakan untuk mendukung operasi koalisi internasional.
Sejak pecahnya eskalasi terbaru antara Iran dan Amerika Serikat, sejumlah pangkalan AS di Irak, Suriah, dan Yordania beberapa kali menjadi sasaran serangan drone maupun rudal. Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik ke berbagai negara di kawasan Timur Tengah. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic