Teheran, MINA – Iran mengklaim telah melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Bahrain serta sistem radar di Oman. Serangan tersebut disebut sebagai respons atas operasi militer terbaru AS terhadap target-target di wilayah Iran.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan operasi itu menyasar instalasi militer AS yang dinilai berperan dalam mendukung serangan terhadap Iran. Tasnim melaporkan, Senin (13/7).
Selain fasilitas di Bahrain, Iran mengaku menggempur sistem radar di Oman sebagai bagian dari upaya melemahkan kemampuan pemantauan dan pertahanan lawan. Hingga kini, belum ada konfirmasi independen mengenai tingkat kerusakan maupun jumlah korban akibat serangan tersebut.
Ketegangan meningkat setelah Washington melancarkan gelombang serangan baru ke sejumlah sasaran militer Iran. Sebagai balasan, Teheran memperluas operasi militernya ke sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan atau fasilitas militer AS, termasuk Bahrain, Kuwait, Qatar, Yordania, dan Oman.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Bahrain memiliki arti strategis bagi militer Amerika Serikat karena menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut AS yang mengawasi keamanan perairan Teluk Persia, Laut Arab, dan sebagian Samudra Hindia.
Sementara itu, Oman selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang berperan penting dalam jalur pelayaran internasional di sekitar Selat Hormuz serta kerap menjadi mediator dalam berbagai upaya diplomasi kawasan.
Eskalasi terbaru juga kembali memicu kekhawatiran terhadap keamanan Selat Hormuz, jalur pelayaran yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Iran sebelumnya menegaskan tetap memberlakukan pembatasan pelayaran di kawasan tersebut, sementara Amerika Serikat menyatakan akan terus menjaga kebebasan navigasi bersama mitra-mitranya.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Ketegangan ini mendorong harga minyak dunia bergerak naik karena meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Eskalasi militer Iran dan AS berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan, perdagangan internasional, serta keamanan energi dunia apabila tidak segera diredam melalui perundingan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic