Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Klaim Tembak Jatuh Drone Milik AS di Selat Hormuz

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 14 Juli 2026 - 13:56 WIB

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:56 WIB

18 Views ㅤ

Iran serang drone AS di Selat Hormuz (Gambar: Press TV)

Teheran, MINA – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah pesawat nirawak (drone) MQ-1 milik militer Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz, Senin (13/7).

Namun, hingga kini, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim tersebut.

Media pemerintah Iran, IRIB melaporkan bahwa drone tersebut ditembak ketika berada di sekitar wilayah strategis Selat Hormuz. Namun, otoritas Iran belum mengungkapkan lokasi pasti insiden maupun kondisi akhir pesawat nirawak tersebut.

Tidak lama sebelum laporan itu muncul, media Iran lain juga memberitakan adanya ledakan di Kota Konarak, Iran tenggara, serta di kawasan pelabuhan Bandar Abbas di selatan negara itu.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya perselisihan antara Washington dan Teheran mengenai keamanan jalur pelayaran Selat Hormuz.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa negaranya mempertimbangkan mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan keamanan di perairan yang menjadi salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia itu.

Pernyataan tersebut mendapat penolakan keras dari Iran yang menegaskan keamanan kawasan harus tetap berada di bawah negara-negara pesisir Teluk.

Dalam beberapa hari terakhir, eskalasi keamanan di Selat Hormuz terus menjadi sorotan. Selain klaim Iran mengenai penembakan drone AS, muncul pula laporan mengenai serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut.

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem

Kondisi ini memperlihatkan bahwa jalur pelayaran internasional tersebut masih menjadi salah satu titik paling sensitif dalam rivalitas geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat beserta sekutu-sekutunya di kawasan Teluk. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Internasional
Internasional