Teheran, MINA – Pemerintah Republik Islam Iran secara resmi menetapkan empat poin syarat utama sebagai landasan jika Amerika Serikat (AS) benar-benar ingin membuka kembali pintu negosiasi diplomatik.
Langkah ini diambil Teheran guna memastikan bahwa dialog masa depan tidak lagi berakhir pada pengkhianatan komitmen sepihak yang selama ini merugikan kepentingan nasional dan ekonomi rakyat Iran. Farsnews melaporkan, Kamis (26/3).
Empat tuntutan tersebut mencakup penghapusan seluruh sanksi ekonomi secara permanen, pemberian jaminan hukum bahwa AS tidak akan keluar dari perjanjian secara sepihak di masa depan, pengakuan penuh atas hak teknologi nuklir untuk tujuan damai, serta penghentian campur tangan militer Washington di kawasan Teluk.
Bagi Iran, syarat ini adalah harga mati yang mencerminkan kedaulatan dan kehormatan bangsa.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Sikap keras Teheran ini merupakan respons langsung terhadap kegagalan kesepakatan nuklir masa lalu (JCPOA) yang dinilai Iran hanya menguntungkan pihak Barat secara politis tanpa memberikan kompensasi ekonomi yang adil.
Otoritas Iran menegaskan bahwa diplomasi tanpa dasar kepercayaan dan bukti nyata dari Washington hanya akan menjadi pengulangan kesalahan sejarah yang sama.
Langkah Iran ini muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap AS agar lebih konsisten dalam menjalankan hukum internasional.
Pemerintah Iran juga mengingatkan bahwa selama sanksi ekonomi masih diberlakukan, ruang untuk kompromi akan tetap tertutup rapat.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Teheran kini lebih fokus pada penguatan aliansi regional dan domestik sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan isolasi yang selama ini dipaksakan oleh pihak Barat melalui mekanisme keuangan global.
Keberhasilan atau kegagalan inisiatif ini akan menjadi penentu wajah geopolitik dunia Islam dalam beberapa tahun ke depan, apakah Iran tetap konsisten pada prinsip bahwa perdamaian sejati hanya bisa dicapai melalui penghormatan timbal balik. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic