Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Siap Berunding dengan AS, tapi Tegaskan Tidak Mau Diatur-atur

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 1 Februari 2026 - 08:42 WIB

Ahad, 1 Februari 2026 - 08:42 WIB

26 Views ㅤ

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam konferensi pers di Istanbul, Turki (foto: for MINA)

Teheran, MINA— Pemerintah Iran menyatakan kesediaannya untuk duduk di meja perundingan dengan Amerika Serikat (AS), namun menegaskan bahwa negosiasi hanya akan dilakukan di bawah kondisi yang adil dan tidak akan menerima paksaan dari Washington.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam konferensi pers bersama Menlu Turki di Istanbul, Turki, Anadolu melaporkan, Sabtu (31/1).

Araghchi mengungkapkan bahwa Teheran terbuka untuk dialog bermartabat, logis, dan saling menguntungkan yang dapat meredakan ketegangan antara kedua negara.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa negosiasi tidak boleh dilaksanakan di bawah ancaman militer atau tekanan ekstra diplomatik dari pihak mana pun. “Iran siap terlibat dalam setiap proses diplomatik yang berarti, logis, dan adil,” ujarnya.

Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi

Tokoh diplomatik Iran itu juga secara tegas menolak untuk membahas kapasitas pertahanan dan program rudal negara tersebut sebagai bagian dari pembicaraan.

Menurutnya, setiap bangsa memiliki hak atas keamanan diri dan tidak dapat mengorbankan aspek defensifnya dalam negosiasi apa pun.

“Tidak ada negara yang siap mengompromikan keamanan nasionalnya,” kata Araghchi dalam konferensi pers tersebut.

Dalam pernyataannya, Araghchi juga menegaskan bahwa belum ada pertemuan resmi yang dijadwalkan antara delegasi Iran dan AS, dan bahwa perlu ada kesepakatan terlebih dahulu tentang bentuk, lokasi, serta agenda pembicaraan sebelum negosiasi dapat dimulai.

Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal

Ia mengkritik pendekatan yang mengaitkan dialog dengan tekanan dan ancaman, yang menurutnya tidak mencerminkan diplomasi sejati.

Pernyataan Iran ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS yang ikut memperkuat kehadiran militer di wilayah Timur Tengah, sambil menekankan kesediaannya untuk memperluas dialog dalam isu nuklir maupun keamanan regional.

Sementara pihak AS mengatakan ada 2 syarat perundingan, stop nuklir dan hentikan pembunuhan terhadap demonstran.

Ketegangan antara AS dan Iran telah meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir, seiring Washington menekan Teheran terkait program nuklirnya dan hak asasi manusia di dalam negeri, sementara Iran menolak tuntutan yang dirasa memaksakan kehendak eksternal. []

Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Internasional
Internasional