Teheran, MINA – Pemerintah Iran menuduh Israel terus melakukan berbagai upaya untuk menggagalkan proses negosiasi antara Teheran dan Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.
Tuduhan itu disampaikan Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ismaeil Baghaei pada Senin (25/5) setelah serangkaian perkembangan politik dan militer yang dinilai memperburuk peluang tercapainya kesepakatan diplomatik antara kedua negara. Farsnews melaporkan.
Juru bicara pemerintah Iran menyebut Israel berupaya menciptakan eskalasi baru agar proses perundingan nuklir dan pembicaraan keamanan antara Iran dan AS kembali menemui jalan buntu.
Menurut Teheran, setiap momentum menuju dialog selalu dibarengi dengan tekanan militer maupun manuver politik yang melibatkan Israel di kawasan.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Ketegangan antara Iran dan Israel sendiri terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah konflik regional yang melibatkan serangan udara, ancaman terhadap fasilitas strategis, serta perang pengaruh di Timur Tengah.
Pemerintah Israel disebut tetap menolak segala bentuk kesepakatan yang dinilai dapat memperkuat posisi Iran, khususnya terkait program nuklir dan pengaruh Teheran di kawasan.
Di sisi lain, pemerintahan Presiden AS Donald Trump dilaporkan masih membuka peluang komunikasi terbatas dengan Iran meski hubungan kedua negara tetap tegang.
Beberapa laporan menyebut Washington berusaha menekan Iran agar menyetujui pembatasan program nuklir dan aktivitas militernya, sementara Iran menolak negosiasi yang dilakukan di bawah ancaman atau tekanan politik.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Israel khawatir kesepakatan baru antara Iran dan AS akan memberi ruang lebih besar bagi Teheran untuk memperkuat posisi regionalnya, sedangkan Iran menilai diplomasi dengan AS penting untuk mengurangi tekanan ekonomi dan sanksi internasional.
Sementara itu, sejumlah negara menilai kegagalan negosiasi Iran-AS dapat memicu ketidakstabilan baru di Timur Tengah, termasuk ancaman terhadap jalur energi global dan keamanan regional. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic