Teheran, MINA – Iran mengumumkan rencana mengembangkan dan memproduksi rudal balistik dengan jangkauan hingga sekitar 15.000 kilometer, yang secara teoritis dapat mencapai wilayah Amerika Serikat.
Rencana tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Teheran dan Washington. Press TV melaporkan, Kamis (13/8).
Rencana itu menjadi perhatian karena jangkauan 15.000 kilometer jauh melampaui kemampuan rudal balistik Iran yang selama ini diketahui memiliki jangkauan regional. Laporan mengenai program tersebut menyebut rudal baru itu diproyeksikan sebagai bagian dari pengembangan kemampuan strategis Iran.
Meski demikian, klaim mengenai kemampuan dan jangkauan rudal tersebut perlu dipandang secara hati-hati karena informasi mengenai tahap pengembangan, desain, maupun kemampuan operasionalnya belum sepenuhnya dapat diverifikasi secara independen.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Karena itu, rencana produksi tidak serta-merta berarti Iran telah memiliki rudal yang mampu mencapai daratan AS.
Pengumuman tersebut berlangsung ketika perang Iran-AS telah meningkatkan perhatian terhadap kemampuan rudal dan pertahanan udara kedua negara.
Amerika Serikat telah menggunakan hampir seluruh persediaan rudal presisi jarak jauh dalam perang dengan Iran, sehingga Washington menghadapi tantangan untuk mengisi kembali stok persenjataannya.
Di sisi lain, Iran selama konflik terus mengandalkan rudal balistik dan drone untuk menyerang sasaran yang diklaim berkaitan dengan kepentingan militer AS dan sekutunya di kawasan. Sejumlah laporan sebelumnya juga menyebut sebagian rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS di Timur Tengah.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Jika terealisasi, rudal dengan jangkauan antarbenua akan menandai perubahan besar dalam kalkulasi strategis Iran dan berpotensi meningkatkan kekhawatiran Amerika Serikat serta negara-negara Barat.
Namun, sejauh informasi yang dapat diverifikasi saat ini, rencana tersebut masih perlu dibedakan dari kemampuan rudal yang sudah benar-benar dimiliki dan dioperasikan Iran. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic