Teheran, MINA — Teheran menggelar latihan perang bersama Rusia di perairan Selat Hormuz dan Laut Oman, pada Sabtu (21/2) di tengah ancaman militer yang terus menguat dari Washington.
Pemerintah AS memperingatkan Iran untuk memilih jalur diplomasi daripada konfrontasi, sementara Iran mempertahankan latihan sebagai bentuk kesiapsiagaan di kawasan strategis.
Latihan yang melibatkan kekuatan angkatan laut Iran dan Rusia tersebut mencakup manuver di Selat Hormuz — jalur laut penting bagi hampir 20 persen pengapalan minyak dunia. Press TV melaporkan.
Latihan militer itu dilaksanakan di tengah peningkatan kehadiran kapal perang dan pasukan AS di kawasan sebagai respons terhadap kebuntuan negosiasi nuklir.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Komando militer Iran menyatakan bahwa latihan itu bertujuan untuk memperkuat keamanan maritim serta memperdalam kerja sama antara angkatan laut kedua negara.
Iran dan Rusia menekankan fokus latihan pada koordinasi patroli, pertukaran taktik dan kesiapan menghadapi ancaman terhadap kapal komersial, termasuk patroli anti-terorisme laut.
Sementara itu, Presiden AS telah mengerahkan kelompok serang kapal induk, termasuk USS Gerald R. Ford dan USS Abraham Lincoln, di perairan sekitar Timur Tengah untuk menekan Iran.
Beberapa analis mengamati bahwa latihan tersebut tidak hanya menanggapi tekanan dari AS, tetapi juga menjadi simbol kerja sama geopolitik antara Rusia dan Iran untuk mengimbangi dominasi militer Barat di jalur laut penting tersebut.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Meski begitu, beberapa pihak internasional memandang latihan ini sebagai langkah yang berpotensi memperburuk ketidakpastian keamanan global jika tidak disertai upaya diplomasi yang serius.
Latihan gabungan di Selat Hormuz dan Laut Oman terjadi di tengah kemunduran negosiasi nuklir antara Iran dan Amerika Serikat di Jenewa. Meskipun ada pembicaraan tidak langsung yang dianggap “konstruktif” mengenai prinsip-prinsip umum kesepakatan nuklir, perbedaan tajam terkait program uranium dan sistem pertahanan Iran membuat peluang kompromi tetap tipis. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic