Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel akan Kerahkan Drone Gas Air Mata di Tepi Barat Jelang Ramadhan

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Ahad, 15 Februari 2026 - 15:24 WIB

Ahad, 15 Februari 2026 - 15:24 WIB

7 Views ㅤ

Pengunjuk rasa yang mengibarkan bendera Palestina dibombardir dengan gas air mata oleh tentara Israel (Foto: File/Wafa)

Tepi Barat, MINA – Garda Nasional Israel sedang bersiap mengerahkan drone yang dilengkapi untuk menembakkan gas air mata kepada warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, sebagai bagian dari “persiapan keamanan” bulan suci Ramadhan.

Channel 12 Israel pada Sabtu (14/2) melaporkan, Komite Tender Kepolisian menyetujui pembelian tiga sistem yang dipasang pada drone yang dirancang untuk menjatuhkan kapsul gas air mata. Kontrak tersebut bernilai sekitar $49.000.

Sistem tersebut, yang dikenal sebagai “Telur Kejutan” dirancang untuk dipasang pada drone tipe Matrice dan digunakan untuk membubarkan demonstrasi dengan melepaskan gas air mata dari udara. Polisi Israel sudah mengoperasikan 19 sistem serupa.

Dokumen tender menyebut pembelian tersebut “mendesak” dengan alasan persiapan operasional untuk peristiwa yang diprediksi selama Ramadhan.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Garda Nasional Israel dibentuk di bawah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, seorang menteri sayap kanan. Tokoh-tokoh oposisi menggambarkan pasukan tersebut sebagai “milisi yang secara efektif beroperasi di bawah wewenangnya.”

Awal pekan ini, Channel 12 melaporkan bahwa tentara Israel memutuskan untuk memperkuat kehadirannya di Tepi Barat selama Ramadhan, termasuk mengerahkan brigade komando.

Selain 22 batalion yang saat ini melakukan operasi keamanan rutin di wilayah pendudukan, tentara berencana untuk mengirim unit tambahan, kata laporan itu.

Lebih banyak kompi juga diperkirakan akan ditempatkan di pos pemeriksaan menjelang masuknya ribuan jamaah ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Pada Jumat, Sheikh Ikrima Sabri, Imam Masjid Al-Aqsa, mengatakan kepada Anadolu ia menyesalkan keputusan Israel membatasi akses selama Ramadhan dan memperingatkan pendudukan sedang menerapkan “rencana agresif yang menargetkan tempat suci tersebut.”

Setiap tahun selama Ramadhan, ratusan ribu warga Palestina melakukan perjalanan dari Tepi Barat ke Yerusalem Timur untuk beribadah di Masjid Al-Aqsa.

Sejak dimulainya genosida Israel di Gaza pada Oktober 2023, pendudukan Israel telah memberlakukan pembatasan ketat terhadap penduduk Tepi Barat yang melewati pos pemeriksaan militer menuju Yerusalem.

Selama dua tahun terakhir, hanya sejumlah kecil yang diizinkan masuk setelah mendapatkan izin yang dikeluarkan Israel, yang menurut warga Palestina sulit diperoleh.

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Israel belum mengumumkan langkah-langkah pelonggaran khusus untuk Ramadhan tahun ini.


Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza

Rekomendasi untuk Anda