Tel Aviv, MINA – Zionis Israel membatalkan dakwaan lima tentara Israel yang sebelumnya diduga melakukan pelecehan seksual terhadap tahanan Palestina di fasilitas penahanan militer Sde Teiman, selatan wilayah jajahan Israel.
Keputusan ini memicu kritik dari kelompok hak asasi manusia yang menilai langkah tersebut memperkuat impunitas terhadap pelanggaran terhadap tahanan Palestina. Middle East Monitor melaporkan.
Militer Zionis Israel pada Kamis (12/3) menyatakan bahwa dakwaan terhadap lima tentara Zionis Israel tersebut resmi dibatalkan setelah adanya perkembangan baru sejak kasus tersebut diajukan.
“Sehubungan dengan perkembangan signifikan yang terjadi sejak dakwaan diajukan dalam kasus Sde Teiman, jaksa militer memutuskan untuk membatalkan dakwaan tersebut,” kata militer Israel dalam pernyataannya.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Kasus pelecehan seksual terhadap tahanan Palestina itu bermula pada Juli 2025 ketika seorang tahanan Palestina dilaporkan mengalami penyiksaan dan kekerasan seksual di pusat penahanan Sde Teiman, sebuah fasilitas militer Israel di Gurun Negev.
Akibat serangan tersebut, korban dilaporkan mengalami luka serius termasuk robekan pada bagian rektum dan harus menjalani perawatan medis.
Menurut laporan media Israel, korban kemudian dibebaskan pada 13 Oktober 2025 ke Jalur Gaza sebagai bagian dari kelompok tahanan Palestina yang dibebaskan dalam kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok perlawanan Palestina Hamas.
Insiden pelecehan seksual terhadap tahanan Palestina di Sde Teiman sempat memicu kemarahan luas dan menjadi salah satu kasus paling kontroversial di Israel dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Rekaman video yang bocor sebelumnya memperlihatkan dugaan penganiayaan terhadap tahanan Palestina tersebut.
Sejumlah organisasi hak asasi manusia mengecam keputusan Zionis Israel untuk membatalkan dakwaan terhadap para tentara tersebut.
Mereka menilai langkah itu menunjukkan kurangnya akuntabilitas terhadap pelanggaran yang dilakukan terhadap tahanan Palestina selama konflik berlangsung.
Fasilitas penahanan Sde Teiman telah lama menjadi sorotan organisasi HAM internasional karena laporan penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi terhadap tahanan Palestina, terutama sejak agresi militer Zionis Israel di Gaza yang dimulai pada Oktober 2023.[]
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic