Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juri AS Vonis Bersalah Jason Eaton yang Tembak Tiga Mahasiswa Palestina

Redaksi Editor : Arif R - Selasa, 22 September 2026 - 11:05 WIB

Selasa, 22 September 2026 - 11:05 WIB

35 Views ㅤ

Ilustrasi foto komposit: Jason Eaton (kiri) dan tiga mahasiswa Palestina korban penembakan di Vermont. (FOTO: www.vermontpublic.org)

Burlington, MINA –  Hampir tiga tahun setelah tiga mahasiswa Palestina ditembak ketika berjalan kaki di Burlington, Vermont, pengadilan akhirnya menjatuhkan putusan terhadap Jason Eaton.

Juri pada Senin (21/9) menyatakan Eaton (51) bersalah atas tiga dakwaan percobaan pembunuhan tingkat kedua terkait penembakan terhadap Hisham Awartani, Kinnan Abdalhamid, dan Tahseen Aliahmad pada 25 November 2023. Vonis tersebut sekaligus menolak pembelaan Eaton yang menyatakan dirinya tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana karena gangguan kejiwaan.

Eaton kini menghadapi hukuman yang dapat mencapai penjara seumur hidup, dengan penjatuhan hukuman akan dilakukan pada waktu yang belum ditetapkan pengadilan. Jaksa menyebut setiap dakwaan memiliki potensi hukuman hingga seumur hidup, dengan ketentuan minimum tertentu berdasarkan hukum negara bagian Vermont.

Putusan itu dicapai setelah juri berunding sekitar dua jam, menyusul persidangan selama hampir sepekan yang menghadirkan para korban, saksi, serta ahli kejiwaan dari pihak penuntut dan pembela.

Baca Juga: Jelang Pemilu Sela AS, Demokrat Unggul di Survei

Saat putusan dibacakan, Eaton berdiri di antara pengacaranya dan tampak9 tidak menunjukkan banyak reaksi. Di sisi lain, Awartani dan Aliahmad yang duduk di barisan depan ruang sidang tampak berpelukan dengan keluarga dan orang-orang yang mendukung mereka.

Ibu Awartani, Elizabeth Price, kemudian membacakan pernyataan atas nama keluarga ketiga korban. Menurut keluarga, vonis tersebut membawa kelegaan setelah hampir tiga tahun menghadapi trauma dan perjuangan panjang. Namun, putusan pengadilan tidak dapat menghapus dampak fisik maupun psikologis yang ditimbulkan serangan tersebut.

Kasus ini bermula pada malam 25 November 2023. Ketiga mahasiswa tersebut sedang berada di Burlington untuk menghabiskan liburan Thanksgiving bersama keluarga. Mereka telah mengenal satu sama lain sejak bersekolah di Tepi Barat.

Hisham Awartani merupakan mahasiswa Brown University, Kinnan Abdalhamid berkuliah di Haverford College, sedangkan Tahseen Aliahmad menempuh pendidikan di Trinity College.

Baca Juga: Trump Sesumbar AS Dapat Serang Sisa Fasilitas Nuklir Iran dalam 10 Menit

Ketiganya yang saat itu berusia sekitar 20 tahun sedang berjalan di kawasan pemukiman dekat University of Vermont. Mereka berbicara menggunakan campuran bahasa Arab dan Inggris. Dua di antara mereka mengenakan keffiyeh, kain tradisional Palestina berwarna hitam-putih.

Menurut kesaksian para korban yang kemudian kembali muncul dalam persidangan, seorang pria keluar dari sebuah rumah dan melepaskan tembakan ke arah mereka.

Tidak ada percakapan panjang sebelum penembakan. Tembakan mengenai ketiganya. Awartani mengalami cedera serius yang kemudian membuatnya mengalami kelumpuhan pada bagian bawah tubuh. Aliahmad dan Abdalhamid juga mengalami luka tembak, tetapi kemudian pulih dari cedera fisik mereka.

Dalam persidangan 2026, Awartani menggambarkan kembali momen ketika ia mendengar beberapa letusan sebelum dirinya jatuh ke tanah.

Baca Juga: Komandan CENTCOM Paparkan Opsi Serangan Baru ke Iran

Sejak awal, kasus ini mendapatkan perhatian luas di Amerika Serikat. Alasannya bukan hanya karena tiga korban merupakan mahasiswa keturunan Palestina, tetapi juga karena penembakan terjadi pada November 2023, hanya beberapa pekan setelah perang Gaza meletus dan ketika ketegangan sosial terkait konflik Israel-Palestina meningkat di Amerika Serikat.

Pada hari-hari pertama setelah penembakan, polisi Burlington menyelidiki kemungkinan bahwa serangan tersebut merupakan kejahatan bermotif kebencian. Media Amerika seperti Associated Press, The Washington Post, Los Angeles Times, ABC News dan media lokal Vermont memberikan perhatian besar terhadap kemungkinan tersebut.

Bahkan Kantor Kejaksaan Amerika Serikat untuk Distrik Vermont pada 26 November 2023 menyatakan bahwa FBI, ATF, kepolisian Burlington dan satuan tugas kekerasan bersenjata sedang menyelidiki identitas pelaku sekaligus motif penembakan. Kantor Kejaksaan AS juga menyatakan akan menilai apakah terdapat kemungkinan pelanggaran hukum federal.

Salah satu materi yang menarik perhatian dalam persidangan adalah rekaman percakapan Eaton dengan pengacaranya.

Baca Juga: Obama Kritik Kebijakan Trump di Hadapan Pendukung Demokrat Georgia

Dalam rekaman tersebut, Eaton menceritakan keyakinannya bahwa badan intelijen tertentu memerintahkannya melakukan pengawasan terhadap sebuah rumah yang dihuni keluarga Yahudi sebelum akhirnya menembak tiga orang yang berjalan di dekat lokasi.

Media Amerika melaporkan bahwa pihak pembela menggunakan bagian rekaman tersebut untuk menunjukkan kondisi delusional Eaton.

Sementara itu, jaksa menggunakan bagian lain dari rekaman yang sama untuk menunjukkan bahwa Eaton memahami konteks perbuatannya dan menyadari kemungkinan konsekuensi hukum dari tindakannya.

Inilah yang membuat persidangan tersebut tidak hanya menjadi perkara mengenai siapa yang melakukan penembakan, tetapi juga mengenai pertanyaan hukum yang lebih spesifik: apakah Eaton mengetahui sifat kriminal dari tindakannya ketika menarik pelatuk.

Baca Juga: Trump Klaim AS di Atas Angin lawan Iran, Negaranya Siapkan Rp700 Triliun untuk Biaya Perang

Perjalanan hukum kasus ini berlangsung panjang. Pada awalnya, perhatian publik tertuju pada identitas korban, kemungkinan motif kebencian, dan meningkatnya kekhawatiran mengenai keselamatan warga Arab, Muslim dan Palestina di Amerika Serikat setelah pecahnya perang Gaza.

Kemudian fokus bergeser pada kondisi mental Eaton dan kelayakan pembelaan kegilaan. Kini, dengan putusan juri pada September 2026, satu babak penting kasus tersebut telah berakhir.

Eaton dinyatakan bersalah atas tiga dakwaan percobaan pembunuhan tingkat kedua. Ia tetap akan menjalani proses berikutnya berupa penetapan hukuman. []

Baca Juga: Trump Klaim Dukungannya Dongkrak Perolehan Suara Netanyahu

Rekomendasi untuk Anda