Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Berlakukan Jam Malam di Nablus, Batasi Pergerakan Warga Palestina

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:53 WIB

11 Views ㅤ

Israel Berlakukan Jam Malam di Nablus, Batasi Pergerakan Warga Palestina
Tentara Zionis Israel berjaga-jaga di Nablus (foto: X)

Nablus, MINA – Militer Israel memberlakukan jam malam di Kota Qusra, selatan Nablus, Tepi Barat utara, Kamis (13/8), di tengah meningkatnya ketegangan setelah tiga keluarga Palestina di wilayah tersebut dikepung selama empat hari.

Pasukan Israel dalam jumlah besar dilaporkan memasuki Qusra dengan mengerahkan personel infanteri dan puluhan kendaraan militer di sepanjang jalan kota.

Saksi mata mengatakan pasukan tersebut memerintahkan toko-toko untuk tutup selama pemberlakuan jam malam. Wafa melaporkan.

Ketegangan di Qusra meningkat sejak Israel mendirikan tenda dan bangunan sementara di antara rumah-rumah warga Palestina di kawasan Ras al-Ain, di pinggiran kota. Keberadaan bangunan tersebut kemudian memicu situasi tegang antara warga Palestina, pemukim dan pasukan Israel.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Sejak Ahad lalu, tiga rumah warga Palestina di kawasan tersebut telah dikepung. Para penghuni dilaporkan tidak dapat keluar maupun masuk rumah secara bebas, sementara pengunjung juga dilarang mendatangi keluarga yang berada di dalam rumah.

Perkembangan di Qusra terjadi ketika ketegangan di Tepi Barat terus meningkat akibat kekerasan pemukim dan operasi militer Israel. Reuters melaporkan pasukan Israel sebelumnya bentrok dengan pemukim ketika berupaya membongkar sebuah pos pemukiman yang didirikan di dekat rumah-rumah warga Palestina di Qusra.

Situasi tersebut mendapat perhatian internasional karena sejumlah keluarga Palestina terjebak di dalam rumah dengan akses terhadap kebutuhan dasar yang terbatas. Reuters melaporkan sedikitnya 15 warga Palestina, termasuk anak-anak, sebelumnya terjebak dalam kondisi kekurangan makanan, air dan listrik. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda