Tel Aviv, MINA – Palestinian Prisoners’ Society (PPS) menyatakan pada Sabtu (8/8) keputusan Menteri Kepolisian Israel, Itamar Ben-Gvir, untuk memperpanjang larangan kunjungan keluarga bagi tahanan Palestina semakin memperparah isolasi mereka dari dunia luar.
PPS menambahkan bahwa keputusan tersebut menjadi kedok bagi berlanjutnya perlakuan buruk terhadap para tahanan di penjara-penjara Israel. Al Mayadeen melaporkan.
Larangan kunjungan keluarga pertama kali diberlakukan setelah 7 Oktober 2023, ketika Israel menangguhkan seluruh kunjungan keluarga dan panggilan telepon bagi tahanan Palestina yang dikategorikan sebagai “tahanan keamanan”.
Langkah ini menyusul pembatasan sebelumnya yang diperintahkan Ben-Gvir beberapa pekan sebelum perang, yang memangkas frekuensi kunjungan keluarga bagi tahanan asal Tepi Barat dari sekali sebulan menjadi sekali setiap dua bulan.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Sejak Oktober 2023, penangguhan total ini terus dipertahankan melalui serangkaian perpanjangan jangka pendek yang terus diperbarui, alih-alih melalui satu ketetapan permanen; perpanjangan terakhir sebelum pembaruan Sabtu itu sedianya akan berakhir pada 31 Juli 2026. Kunjungan pengacara juga dikenai pembatasan ketat, tetap menjadi satu-satunya akses kontak dengan pihak luar yang diizinkan bagi para tahanan keamanan.
Isolasi yang digambarkan oleh PPS ini terjadi bersamaan dengan lonjakan kasus perlakuan buruk dan kematian dalam tahanan Israel yang telah terdokumentasi. Organisasi Physicians for Human Rights Israel mencatat adanya 105 warga Palestina yang meninggal dunia dalam tahanan Israel antara Oktober 2023 dan Juni 2026, berdasarkan data resmi, laporan autopsi, dan kesaksian dari para tahanan yang telah dibebaskan.
Sebelumnya pada Kamis, Menteri Kepolisian Israel Itamar Ben-Gvir melakukan penggerebekan di Penjara Naqab dan memerintahkan petugas penjaga untuk menyita secara ilegal sisa pakaian milik tahanan Palestina, demikian disampaikan oleh Prisoners’ Media Office.
Mereka menyatakan bahwa kondisi di Penjara Naqab terus memburuk, dengan menyoroti kekurangan makanan dan perlengkapan kebersihan yang terus berlanjut, serta penerapan tindakan hukuman yang lebih keras dan berbagai bentuk perlakuan sewenang-wenang yang berulang. Pihak Media tersebut menyatakan situasi ini membahayakan nyawa ratusan tahanan dan mendesak dilakukannya tindakan segera untuk menghentikan pelanggaran-pelanggaran tersebut.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Saat ini, penjara-penjara Israel menahan sekitar 9.500 tahanan Palestina, termasuk 94 perempuan dan lebih dari 350 anak-anak. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic