Gaza, MINA – Pasukan pendudukan Israel menutup sepenuhnya penyeberangan darat Rafah di selatan Gaza, sehingga menghentikan evakuasi pasien luka-luka dan sakit kritis yang mencari perawatan di luar negeri, kata otoritas Palestina pada Senin (20/4).
Otoritas Perlintasan dan Perbatasan Palestina mengonfirmasi dalam pernyataan singkat bahwa semua operasi evakuasi medis akan ditangguhkan karena penutupan tersebut, tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai alasan atau durasi yang diharapkan.
Penyeberangan Rafah dibuka kembali sebagian pada 2 Februari. Namun, operasi tetap terbatas dengan prosedur rumit yang secara signifikan menghambat perjalanan, khususnya bagi pasien dan korban luka.
Menurut pernyataan sebelumnya oleh Raed al-Nims, juru bicara Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina, hanya sekitar 700 pasien yang dapat meninggalkan Gaza untuk berobat sejak penyeberangan dibuka kembali sebagian, sementara lebih dari 18.000 pasien dan korban luka masih berada dalam daftar tunggu untuk evakuasi medis.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Warga Palestina yang kembali ke Gaza melalui Rafah juga melaporkan prosedur Israel yang ketat, termasuk penahanan berkepanjangan dan interogasi berjam-jam sebelum diizinkan memasuki kembali wilayah tersebut.
Berdasarkan fase pertama dari perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, Israel diharapkan untuk membuka kembali penyeberangan tersebut sepenuhnya. Namun, pejabat Palestina mengatakan komitmen ini belum dilaksanakan.
Penutupan ini terjadi di tengah pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan Israel.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic