Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jabal Rahmah: Tempat Pertemuan Nabi Adam dan Hawa Setelah Ratusan Tahun Terpisah

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Selasa, 26 Mei 2026 - 12:55 WIB

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:55 WIB

140 Views ㅤ

Jabal Rahmah (Elbalad)

KISAH Nabi Adam dan Hawa setelah diturunkan ke bumi adalah salah satu kisah paling menyentuh jiwa dan penuh hikmah dalam sejarah manusia.

Setelah melanggar larangan Allah dengan memakan buah khuldi di surga atas rayuan iblis, mereka diusir dari surga dan diturunkan ke bumi di tempat yang berbeda.

Para ulama menyebutkan beberapa riwayat tentang lamanya keterpisahan Adam dan Hawa. Ada yang menyebut 40 tahun, 200 tahun hinga 500 tahun, sebelum akhirnya dipertemukan kembali di Jabal Rahmah.

Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh perbedaan sumber atau konteks perhitungan. Namun yang jelas, keterpisahan itu berlangsung dalam waktu yang sangat panjang, hingga Allah mengajarkan mereka doa taubat sebagai jalan untuk memohon ampunan.

Baca Juga: Sesama Muslim Bersaudara: Merawat Ukhuwah, Membela yang Tertindas

Menurut riwayat yang masyhur, Nabi Adam diturunkan di India, sementara Siti Hawa diturunkan di Jeddah.

Adapun doa taubat yang dipanjatkan oleh Nabi Adam dan Hawa diabadikan dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 23:

رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

Baca Juga: Bersyukur Tak Bertapi, Bersabar Tak Bertepi

Tempat Pertemuan yang Penuh Makna

Setelah berpuluh-puluh atau ratusan tahun terpisah dan senantiasa memanjatkan doa taubat, Allah akhirnya mempertemukan kembali Adam dan Hawa di sebuah bukit di Padang Arafah, yang kemudian dikenal sebagai Jabal Rahmah (Bukit Kasih Sayang).

Pertemuan ini menjadi simbol kekuatan taubat dua orang hamba-Nya, dan bahwa Allah menerima taubat mereka berdua, tanda rahmat Allah, kasih sayang Allah yang melampaui murka-Nya.

Dari Kawasan Jabal Rahmah inilah menjadi titik awal peradaban manusia. Sebab dari Jabal Rahmah inilah keturunan manusia mulai berkembang.

Baca Juga: Membaca Ulang Resolusi Jihad dan Makna Hari Santri Nasional

Beberapa pendapat ulama sejarah menyebutkan, setiap kali Hawa hamil dan melahirkan, Hawa melahirkan anak kembar (satu laki-laki dan satu perempuan).

Adapun mengenai berapa jumlah kehamilannya dan jumlah anaknya, setidaknya ada dua pendapat besar, yaitu 20 kali kehamilan dengan 40 anak. Dan ada yang menyebut 120 kali kehamilan, dengan 240 anak. Hingga Nabi Adam mencapai usia 1.000 tahun. Masya-Allah.

Karena itu banyak di antara umat Islam yang belum punya jodoh, memilih tempat di puncak Jabal Rahmah ini untuk berdoa. Atau mereka yang ingin langgeng rumah tangganya berdoa di sini juga.

Begitulah, kisah ini mengajarkan bahwa tidak ada dosa yang terlalu besar jika diikuti dengan taubat nasuha (taubat yang sungguh-sungguh). Doa “Robbana zhalamna anfusana” adalah doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca sebagai bentuk pengakuan dosa dan permohonan ampun. Serta betapa Allah Maha Penerima Taubat (At-Tawwab) dan Maha Penyayang (Ar-Rahim)

Baca Juga: Alhamdulillah di Ufuk Pagi: Mensyukuri Terbukanya Mata

Bayangkan, nenek moyang kita Nabi Adam dan Hawa, dosa sekali bertaubat puluhan tahun bahkan ratusan tahun, baru diterima taubatnya.

Nah kita, dosa berkali-kali, puluhan, ratusan, tapi taubah dan istighfarnya masih minim, belum signifikan dengan dosa-dosa kita. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Pentingnya Tabayun dan Relevansinya di Era Digital

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia