Tel Aviv, MINA – Jaksa Agung Israel telah memerintahkan untuk menunda tender pembangunan permukiman E1 di Tepi Barat yang diduduki hingga setelah pemilihan umum bulan depan, di tengah meningkatnya kecaman internasional terhadap proyek ilegal tersebut.
Kawasan E1 terletak di antara Yerusalem Timur yang diduduki dan blok permukiman Maale Adumim. Jika dibangun, kawasan ini secara efektif akan membelah Tepi Barat menjadi dua bagian, sehingga mustahil untuk mewujudkan negara Palestina yang wilayahnya menyatu di masa depan. The New Arab melaporkan.
Sebuah pernyataan dari kantor Jaksa Agung Gali Baharav-Miara pada Ahad (27/9) menyebutkan bahwa keputusan tersebut diambil untuk “mengurangi kekhawatiran bahwa tender ini akan digunakan sebagai propaganda pemilu”.
Meski pertama kali diusulkan lebih dari tiga dekade lalu, berbagai pemerintahan Israel sebelumnya menolak memberikan izin bagi permukiman ini karena adanya tentangan keras dari dunia internasional.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Situasi berubah di bawah pemerintahan sayap kanan Netanyahu, yang menyetujui proyek tersebut dan membuka tender pembangunan menjelang pemilu, langkah yang dikecam sejumlah sekutu terdekat Israel, termasuk Jerman, Italia, Inggris, dan Prancis, serta negara-negara Arab.
Keputusan Jaksa Agung memicu kemarahan Menteri Keuangan sayap kanan Bezalel Smotrich, yang selama ini menjadi tokoh utama dalam upaya mempercepat pembangunan permukiman tersebut.
Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial, Smotrich menuduh Baharav-Miara melakukan intervensi pemilu dan bekerja untuk kepentingan Gadi Eisenkot, pemimpin partai Yashar sekaligus rival utama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pemilu tersebut.
“Baharav-Miara mencampuri kampanye pemilu dan bekerja untuk kepentingan Gadi Eisenkot, yang telah menyatakan akan menghentikan pembangunan demi memungkinkan berdirinya negara Palestina, sebuah negara teroris di jantung Negara Israel,” ujarnya.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Eisenkot menentang gagasan negara Palestina, namun ia mengkritik proyek permukiman E1 karena hal itu semakin mengucilkan posisi Israel.
Guy Yifrach, Wali Kota Maale Adumim, menyatakan bahwa dewan kota akan mengajukan banding atas keputusan Jaksa Agung tersebut, seraya menyebutnya sebagai “intervensi yang dipengaruhi oleh kepentingan politik”. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic