Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jama’ah Muslimin Desak Penanganan Humanis pada Imigran Maroko di Ceuta

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:22 WIB

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:22 WIB

20 Views ㅤ

Para pengungsi Maroko di Spanyol (foto: X)

Jakarta, MINA – Wadah kesatuan umat Islam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menyampaikan keprihatinan atas tragedi penyeberangan massal imigran dari Maroko menuju Ceuta, wilayah Spanyol di Afrika Utara dan mendesak pemerintah Spanyol serta Maroko mengedepankan pendekatan kemanusiaan dalam menangani para imigran. Sikap tersebut tertuang dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan di Jakarta, 12 Agustus 2026.

Dalam pernyataannya kepada MINA, Rabu (12/8), Sekretaris Jama’ah Muslimin Abu Ahmad Sudarmaji menyebut insiden pada 30 Juli 2026 melibatkan sekitar 60 ribu orang yang berupaya memasuki Ceuta melalui jalur darat maupun laut. Dokumen itu menyebut 90 orang meninggal dunia akibat tenggelam dan berdesakan saat menerobos perbatasan Maroko-Spanyol. Sementara itu, laporan Reuters menyebut jumlah korban tewas dalam tragedi tersebut setidaknya 96 orang berdasarkan perkembangan terbaru.

Jama’ah Muslimin menilai tragedi tersebut menunjukkan perlunya penanganan migrasi yang berorientasi pada perlindungan manusia. Mereka menyoroti pengerahan militer Spanyol serta dugaan kelalaian dalam mencegah jatuhnya korban. Organisasi tersebut juga menyayangkan besarnya jumlah imigran yang dapat mencapai perbatasan Ceuta secara bersamaan.

Dalam sikapnya, Jama’ah Muslimin mendesak Spanyol dan Maroko menghentikan pemulangan kolektif atau deportasi kilat tanpa pemeriksaan kasus secara memadai. Mereka juga meminta setiap imigran di Ceuta memperoleh akses yang adil terhadap proses hukum dan pengajuan suaka, sekaligus menyerukan agar persoalan kemanusiaan tidak dijadikan bagian dari kepentingan politik dan diplomasi.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Desakan tersebut muncul di tengah situasi yang masih menjadi perhatian pemerintah Spanyol dan Maroko. Setelah gelombang penyeberangan massal tersebut, Maroko memperketat pengamanan di sekitar perbatasan Ceuta dan Melilla menyusul munculnya seruan di media sosial untuk aksi penyeberangan baru.

Pemerintah Maroko juga mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang diduga mengorganisasi penyeberangan ilegal.

Jama’ah Muslimin menegaskan persoalan tersebut perlu dilihat sebagai masalah kemanusiaan yang menyangkut keselamatan dan martabat manusia.

Mereka menyerukan langkah pencegahan agar tragedi serupa tidak terulang serta mendoakan para korban dan keluarga mereka. Pernyataan itu juga menekankan pentingnya jaminan keselamatan bagi para imigran, baik di wilayah Maroko maupun Spanyol. []

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Dunia Islam
Tausiyah