Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban Tewas Krisis Migran di Ceuta Dilaporkan Capai 90 Orang

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 3 Agustus 2026 - 10:08 WIB

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:08 WIB

49 Views ㅤ

Migran Afrika yang akan masuk ke Spanyol (foto: X)

Madrid, MINA – Jumlah korban tewas dalam krisis migran di wilayah kantong Spanyol, Ceuta, dilaporkan meningkat hingga 90 orang setelah puluhan ribu migran berupaya menyeberang dari Maroko menuju wilayah Uni Eropa.

Namun, pemerintah Maroko menyampaikan angka berbeda dan menyatakan korban meninggal yang telah terverifikasi sejauh ini berjumlah 11 orang. Anadolu melaporkan, Senin (3/8).

Menurut laporan sejumlah media yang mengutip otoritas setempat, aparat Spanyol menemukan puluhan jenazah di wilayah Ceuta, sementara sebagian lainnya ditemukan di sisi perairan dan wilayah Maroko. Perbedaan data tersebut masih terus diverifikasi melalui koordinasi antara pemerintah Spanyol dan Maroko.

Kementerian Dalam Negeri Maroko menyebut sekitar 40.000 orang berupaya memasuki Ceuta, sedangkan lebih dari seribu lainnya menuju Melilla.

Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi

Otoritas Maroko menilai gelombang migrasi tersebut dipicu oleh informasi menyesatkan di media sosial, aktivitas jaringan penyelundup manusia, serta kesalahpahaman mengenai aturan imigrasi Spanyol yang membuat banyak migran percaya mereka dapat memasuki Eropa tanpa segera dipulangkan.

Ceuta dan Melilla merupakan dua wilayah administrasi Spanyol di pesisir Afrika Utara yang berbatasan langsung dengan Maroko.

Kedua wilayah ini menjadi satu-satunya perbatasan darat Uni Eropa dengan Afrika dan selama bertahun-tahun menjadi salah satu jalur utama migrasi ilegal menuju Eropa.

Lonjakan migran dalam beberapa hari terakhir membuat aparat keamanan Spanyol memperkuat pengamanan di perbatasan dan mengerahkan personel tambahan.

Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal

Pemerintah Spanyol meminta dukungan yang lebih besar dari Uni Eropa untuk menangani tekanan migrasi di perbatasan selatan.

Madrid juga terus memperkuat kerja sama dengan Maroko dalam pengawasan perbatasan, pemberantasan jaringan penyelundup manusia, serta pemulangan migran yang tidak memenuhi persyaratan masuk ke wilayah Uni Eropa.

Sejumlah organisasi kemanusiaan menyerukan investigasi menyeluruh atas jatuhnya korban jiwa serta peningkatan perlindungan terhadap para migran yang melarikan diri dari konflik, kemiskinan, dan krisis ekonomi di negara asal mereka.

Tragedi di Ceuta kembali menunjukkan perlunya solusi jangka panjang melalui kerja sama antara negara asal, negara transit, Uni Eropa, dan organisasi internasional untuk mengatasi akar persoalan migrasi. []

Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi


Rekomendasi untuk Anda