Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jelang Pemilu Israel, Partai Netanyahu Sepi Pemilih

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:59 WIB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:59 WIB

28 Views ㅤ

Penjahat perang Benjamin Netanyahu (kanan). (Foto: X)

Tel Aviv, MINA – Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi tekanan menjelang pemilu parlemen yang dijadwalkan 27 Oktober 2026. Dalam sejumlah jajak pendapat terbaru, Likud bahkan harus mengakui keunggulan partai baru Yashar yang dipimpin mantan Kepala Staf Militer Israel Gadi Eisenkot.

Survei Channel 12 yang dilakukan pada 20 Agustus menempatkan Yashar di posisi teratas dengan proyeksi 24 kursi Knesset, sedangkan Likud diperkirakan memperoleh 21 kursi. Dalam survei lain yang dikutip media Israel, posisi kedua partai tersebut juga relatif berdekatan, menunjukkan persaingan masih sangat terbuka.

Tekanan terhadap Netanyahu tidak hanya terlihat dari perolehan kursi partai. Survei Channel 12 juga menunjukkan Eisenkot unggul dalam pertanyaan mengenai sosok yang dinilai lebih layak menjadi perdana menteri, dengan dukungan 44 persen responden, sementara Netanyahu memperoleh 34 persen.

Dalam Pemilu kali ini, rakyat Israel tidak memilih perdana menteri secara langsung, melainkan memilih anggota Knesset dan pemerintahan dibentuk melalui koalisi mayoritas.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Di tengah merosotnya posisi Likud, Netanyahu menyerukan agar pemilih sayap kanan tidak memberikan suara kepada partai-partai kecil yang berpotensi gagal melewati ambang batas elektoral 3,25 persen. Ia memperingatkan, terpecahnya suara kelompok kanan dapat membuka jalan bagi lawan politiknya untuk membentuk pemerintahan berikutnya.

Munculnya sejumlah partai baru turut memperumit peta politik kubu Netanyahu. Mantan perwira senior Israel Ofer Winter, misalnya, meluncurkan partai nasionalis baru bernama People of Israel. Partai-partai baru tersebut berupaya menarik pemilih yang kecewa terhadap partai-partai mapan, termasuk dari kalangan kanan.

Kondisi ini membuat pemilu Oktober mendatang menjadi tantangan serius bagi Netanyahu untuk mempertahankan kekuasaan.

Jajak pendapat sebelumnya juga menunjukkan koalisi yang dipimpinnya belum mencapai 61 kursi yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan mayoritas. Namun, hasil survei bukan hasil pemilu dan peta koalisi masih dapat berubah sebelum hari pencoblosan. []

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid 

Rekomendasi untuk Anda