Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hujan Deras Melanda Nepal, 21 Tewas, 5 Masih Hilang

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 29 September 2026 - 16:35 WIB

Selasa, 29 September 2026 - 16:35 WIB

28 Views ㅤ

Ilustrasi hujan di Nepal (FOTO: telanganatoday)

Kathmandu, MINA — Hujan deras yang mengguyur Nepal selama empat hari memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah negara tersebut. Sedikitnya 21 orang meninggal dunia, 5 lainnya hilang, dan lima orang mengalami luka-luka akibat rangkaian bencana pada 24–27 September 2026.

Menurut Otoritas Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Nepal (NDRRMA), tanah longsor menjadi penyebab korban terbanyak dengan 14 orang meninggal dan lima masih dinyatakan hilang.

Sementara banjir menyebabkan empat orang meninggal dan hujan deras secara langsung menyebabkan tiga korban jiwa lainnya. The Kathmandu Post melaporkan, Selasa (29/9).

Hujan ekstrem tersebut dipicu sistem tekanan rendah yang berkembang di atas Teluk Benggala. Kondisi itu menyebabkan curah hujan lebih dari 100 milimeter tercatat di 186 stasiun pemantauan di berbagai wilayah Nepal.

Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan

Curah hujan tertinggi mencapai 544,2 milimeter di Deda Gaun, Nawalparasi Timur.

Bencana tersebut juga merusak dan menghancurkan sejumlah rumah serta memaksa warga meninggalkan kawasan rawan. Sekitar 2.000 orang dievakuasi ke tempat yang lebih aman, sementara sejumlah warga yang terjebak di wilayah seperti Jajarkot, Myagdi, dan Baglung diselamatkan menggunakan helikopter.

Otoritas setempat juga mengeluarkan peringatan kepada warga di sepanjang Sungai Narayani setelah permukaan air sungai melewati level bahaya sembilan meter.

Sejumlah ruas jalan menuju Chitwan turut terganggu akibat longsor, sementara sekitar 9.000 wisatawan dan pendaki yang berada di berbagai wilayah Nepal mendapat peringatan terkait kondisi cuaca ekstrem.

Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November

Bencana terbaru tersebut terjadi ketika Nepal masih menghadapi dampak banjir besar pada Agustus 2026 yang menewaskan lebih dari 1.400 orang dan menyebabkan ribuan lainnya hilang.

Pemerintah Nepal kini memperkuat kesiapsiagaan dan operasi penyelamatan untuk menghadapi potensi banjir bandang serta longsor susulan akibat hujan yang masih berlanjut. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Info MINA
Info MINA