Jerman Alokasikan 55 Juta Euro untuk Proyek Pembangunan Palestina

Ramallah, MINA – Jerman mengalokasikan 55 juta euro untuk proyek pembangunan Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza pada 2019, kata Klaus Kramer, Kepala Divisi Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman.

Hal itu ia katakan kepada wartawan, Selasa (4/12) setelah mengadakan negosiasi di Ramallah dengan berbagai kementerian pemerintahan Palestina.

Dalam pembicaraan disepakati, uang itu akan masuk ke tiga sektor utama: pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, infrastruktur seperti proyek air minum dan pemerintahan lokal termasuk proyek-proyek dengan kotamadya.

“Bantuan paling penting tahun ini akan digunakan untuk pelatihan kejuruan,” kata Kramer, yang menurutnya penting untuk pengembangan kapasitas warga Palestina, demikian Wafa melaporkan yang dikutip MINA.

Dia juga mengatakan, Jerman akan menjadi lebih aktif tahun ini di Jalur Gaza, yang akan mendapatkan 40% dari total alokasi, karena situasi kemanusiaan yang parah.

Sebagian besar proyek Gaza berada di infrastruktur, terutama pengolahan air limbah.

“Jerman ingin terus berkontribusi pada stabilitas kondisi kehidupan bagi orang-orang di wilayah Palestina,” kata Christian Clages, Perwakilan Jerman untuk Otoritas Palestina.

Dia mengatakan, tujuan strategis dari Kerjasama Pembangunan Jerman-Palestina adalah untuk memfasilitasi pembangunan negara Palestina berdasarkan solusi dua negara yang dinegosiasikan.

Keseluruhan bantuan Jerman ke Palestina telah mencapai 1,15 miliar euro dan kontribusi tahun lalu sebesar 53 juta euro.

Selain itu, tahun ini Jerman menggandakan kontribusinya kepada UNRWA setelah Amerika Serikat menghentikan semua pendanaan untuk organisasi kemanusiaan yang berfokus membantu pengungsi Palestina itu. Jerman juga berkontribusi 20% dari bantuan Uni Eropa kepada rakyat Palestina. (T/Ais/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)