Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan rencana untuk melanjutkan kembali perundingan dengan Iran di tengah meningkatnya upaya diplomasi internasional guna meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan Trump tersebut muncul di tengah laporan adanya kemajuan terbatas dalam komunikasi tidak langsung antara Washington dan Teheran yang dimediasi sejumlah negara, termasuk Pakistan dan Turkiye. Anadolu melaporkan, Kamis (1/4).
Gedung Putih menilai bahwa peluang kesepakatan masih terbuka, meski perbedaan mendasar terkait program nuklir Iran dan keamanan kawasan masih menjadi hambatan utama.
Sementara itu, China melalui Presiden Xi Jinping menegaskan pentingnya pendekatan diplomatik dalam menyelesaikan konflik Iran–AS.
Baca Juga: Eropa Siapkan Langkah Antisipasi Jika AS Keluar dari NATO
Empat poin yang disampaikan Beijing meliputi dorongan gencatan senjata berkelanjutan, perlindungan jalur perdagangan global seperti Selat Hormuz, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta penolakan terhadap eskalasi militer yang dapat memperburuk krisis energi dunia.
Langkah China mencerminkan kepentingan strategis Beijing yang sangat bergantung pada stabilitas pasokan energi dari Timur Tengah.
Di sisi lain, Amerika Serikat disebut masih menggunakan pendekatan tekanan ekonomi dan militer sebagai bagian dari strategi negosiasi untuk mendorong Iran kembali ke meja perundingan.
Laporan terbaru juga menyebutkan bahwa sejumlah putaran perundingan tidak langsung antara AS dan Iran sebelumnya telah menghasilkan kemajuan terbatas, meski belum mencapai kesepakatan final.
Baca Juga: Iran Ancam Tutup Jalur Laut Merah Jika Blokade AS di Hormuz Berlanjut
Mediator dari Pakistan dilaporkan berperan penting dalam menjaga komunikasi kedua pihak agar tetap terbuka di tengah situasi konflik yang masih fluktuatif. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Slovenia Siapkan Referendum Keluar NATO, Tekankan Kedaulatan Nasional
















Mina Indonesia
Mina Arabic