Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jet Tempur Lawas Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait, Pertahanan Canggih Gagal Mencegah

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 29 April 2026 - 20:33 WIB

Rabu, 29 April 2026 - 20:33 WIB

81 Views ㅤ

Pesawat tempur Iran (foto: dok MINA)

Kuwait, MINA — Serangan mengejutkan terjadi ketika jet tempur lawas milik Iran berhasil membombardir pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait, memicu sorotan tajam terhadap efektivitas sistem pertahanan Washington di kawasan Timur Tengah. Insiden ini dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas militer AS.

Serangan tersebut disebut melibatkan pesawat tempur F-5 Iran yang tergolong generasi lama, namun mampu menembus sistem pertahanan berlapis milik AS.

Selain jet tempur, serangan juga dilengkapi dengan rudal dan drone, yang memperbesar dampak kerusakan di pangkalan Camp Buehring, salah satu instalasi penting militer AS di Kuwait. Tasnim melaporkan, Kamis (29/4).

Laporan awal menunjukkan bahwa jet Iran melakukan serangan dari ketinggian rendah sehingga sulit terdeteksi radar, sebelum menjatuhkan bom ke target strategis.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Taktik ini diduga menjadi faktor utama keberhasilan penetrasi terhadap sistem pertahanan udara modern seperti Patriot yang selama ini diandalkan AS.

Peristiwa ini merupakan bagian dari eskalasi konflik yang lebih luas antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Teluk sejak awal 2026.

Dalam rangkaian konflik tersebut, Iran telah melancarkan berbagai serangan balasan ke sejumlah target militer AS dan sekutunya, termasuk di Kuwait, menggunakan rudal balistik dan drone dalam jumlah besar.

Dampak serangan tidak hanya terbatas pada kerusakan infrastruktur militer, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dan luka di pihak militer serta warga sipil.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Insiden ini menjadi pukulan reputasi bagi Amerika Serikat, mengingat serangan berhasil dilakukan menggunakan teknologi yang relatif tua.

Kejadian tersebut juga memunculkan kekhawatiran baru terkait keamanan pangkalan militer AS di kawasan serta potensi eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Indonesia
Timur Tengah
Dunia Islam
MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia