Makkah, MINA – Pemerintah Arab Saudi terus melestarikan situs sejarah dan budaya di Kota Makkah. Dari 56 situs yang telah didokumentasikan, sebanyak 28 di antaranya kini telah dibuka untuk dikunjungi masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui program pengembangan, perlindungan, rehabilitasi dan peningkatan kualitas situs-situs bersejarah yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi Kota Suci Makkah.
Berbagai situs yang menjadi bagian dari program tersebut berkaitan dengan sejarah Makkah dan perjalanan Islam, termasuk lokasi yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam serta berbagai peninggalan sejarah lainnya. Arabnews melaporkan, Kamis (10/9).
Dalam proses pengembangannya, sebanyak 65 kajian telah dilakukan untuk mendukung pelestarian dan pengembangan situs. Selain itu, 32 situs telah menjalani rehabilitasi, sementara 23 situs lainnya ditingkatkan kualitasnya.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Upaya pelestarian tersebut mendapat perhatian besar dari para pengunjung. Hingga akhir kuartal II 2026, jumlah kunjungan ke situs sejarah dan budaya di Makkah mencapai sekitar 5,9 juta orang.
Jumlah tersebut meningkat 47 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat sekitar 3,6 juta kunjungan. Tingkat kepuasan pengunjung juga tercatat mencapai 95,8 persen.
Secara keseluruhan, sejak strategi pengembangan situs sejarah dan budaya tersebut diluncurkan, jumlah kunjungan telah melampaui 19 juta orang. Peningkatan tersebut sejalan dengan bertambahnya situs yang dapat dikunjungi serta pengembangan akses dan fasilitas bagi masyarakat.
Pelestarian situs sejarah di Makkah diharapkan dapat menjaga warisan sejarah dan budaya Kota Suci sekaligus memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal lebih dekat berbagai peninggalan yang berkaitan dengan perjalanan sejarah Islam. []
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic