Ngada, MINA – Kabupaten Ngada menjadi wilayah dengan jumlah rumah terdampak terbanyak akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8).
BNPB mencatat sebanyak 1.796 unit rumah terdampak di daerah tersebut, meski tingkat kerusakannya masih dalam proses verifikasi.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pendataan kerusakan di Ngada masih dilakukan oleh BPBD setempat. Karena itu, angka tersebut belum dapat dipilah ke dalam kategori rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan.
Secara keseluruhan, BNPB mencatat 4.541 unit rumah terdampak gempa di sejumlah wilayah NTT. Selain Ngada, kerusakan tercatat di Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Sikka dengan tingkat kerusakan yang beragam.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Data sementara menunjukkan Manggarai mencatat 761 rumah rusak berat, 76 rusak sedang dan 147 rusak ringan. Di Manggarai Barat, terdapat 481 rumah rusak berat, 202 rusak sedang dan 231 rusak ringan. Sementara di Nagekeo tercatat 116 rumah rusak berat, enam rusak sedang dan 42 rusak ringan.
Guncangan juga berdampak pada berbagai fasilitas publik, antara lain tempat ibadah, fasilitas kesehatan, sekolah, perkantoran serta sejumlah akses jalan. Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, terhitung 15 hingga 28 Agustus 2026, untuk mempercepat penanganan dampak bencana.
Sementara itu, aktivitas kegempaan di Flores masih berlangsung. BMKG mencatat 1.624 gempa susulan hingga Senin (17/8) pukul 11.00 WIB, dengan magnitudo antara 1,3 hingga 6,2.
Dari jumlah tersebut, 23 gempa berkekuatan di atas M5 dan 59 gempa susulan dirasakan masyarakat. BNPB juga mencatat 68 orang meninggal dunia dan 213 lainnya mengalami luka-luka. []
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic