Jakarta, MINA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa sebanyak 16 warga yang sebelumnya ditahan akibat aksi penjarahan di sebuah toko swalayan dan gudang Bulog di Sumatra Utara telah dibebaskan.
Listyo menilai, aksi itu terjadi karena warga berada dalam situasi darurat dan bantuan logistik belum kunjung tiba.
“Sampai saat ini sudah tidak ada lagi yang diamankan, semua sudah kita lepas,” kata Kapolri dalam konferensi pers bersama di Posko Terpadu TNI Penanggulangan Bencana Alam, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/12). Melansir kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Jenderal Sigit menjelaskan bahwa tindakan warga tersebut tidak didasari niat mencuri, melainkan dorongan kebutuhan mendesak akibat keterbatasan stok pangan.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Situasi bencana, sambungnya, membuat masyarakat terdorong untuk mencari makanan demi bertahan hidup.
“Kita juga paham saat itu mereka hanya membutuhkan logistik makanan dan saat ini semua sudah dilepas,” ujarnya.
Kapolri menambahkan bahwa aparat fokus memastikan distribusi bantuan berjalan lancar, sehingga kejadian serupa tidak terulang di tengah upaya percepatan penanganan bencana di Sumatera Utara.
Sebelumnya, aparat Polres Sibolga mengamankan 16 orang yang terduga terlibat penjarahan sejumlah minimarket di Kota Sibolga.
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
Para tersangka berinisial MHH (20), SS (24), AZ (27), ZR (24), OFH (18), ART (19), DH (20), ISS (18), A (18), MS (18), BA (18), ER (21), DAM (18), ABS (18), D (18), dan BNH (17). Barang bukti yang disita berupa makanan, minuman, dan kebutuhan rumah tangga.
Aksi penjarahan terjadi di setidaknya tujuh gerai minimarket, termasuk gerai-gerai milik jaringan ritel terkenal, serta sempat merembet ke gudang Bulog di Sarudik, Sibolga — menurut pengakuan pihak Bulog. Mengutip Antara.
Meski pihak keamanan telah dikerahkan, massa yang terdesak kebutuhan pangan dikatakan “terlanjur masuk” sebelum penjagaan diperketat.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!
















Mina Indonesia
Mina Arabic