Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karhutla Meluas, BNPB Gelar OMC di Riau, Jambi, Kalbar dan Lampung

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 1 September 2026 - 06:32 WIB

Selasa, 1 September 2026 - 06:32 WIB

20 Views ㅤ

Jakarta, MINA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan Lampung. Sebanyak 5,6 ton natrium klorida (NaCl) atau garam disemai untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah terdampak.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, total garam yang digunakan dalam operasi tersebut mencapai 5.600 kilogram. Bahan semai disebarkan ke awan yang memiliki potensi berkembang dan menghasilkan hujan.

Di Riau, OMC dilakukan sebanyak dua sorti dengan penyemaian 2.000 kilogram NaCl. Jumlah yang sama juga disemai dalam pelaksanaan OMC di Jambi.

Sementara itu, OMC di Kalimantan Barat dilakukan satu sorti dengan 800 kilogram NaCl. Operasi serupa juga masih dilakukan di Lampung untuk meningkatkan potensi hujan di wilayah yang membutuhkan tambahan curah hujan.

Baca Juga: Jadwal Sepak Bola Hari Ini: Inggris vs Ceko, Pesta Gol Membayangi

BNPB menyebut pelaksanaan OMC bergantung pada keberadaan bibit awan yang memungkinkan untuk disemai. Karena itu, tidak seluruh wilayah terdampak karhutla dapat langsung dilakukan modifikasi cuaca.

Operasi belum dapat dilakukan di Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah karena kondisi awan di atmosfer belum memenuhi persyaratan untuk penyemaian.

Pelaksanaan OMC mulai memberikan dampak terhadap kondisi cuaca di sejumlah daerah. Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat tercatat mengguyur sejumlah wilayah di Riau, termasuk Kabupaten Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Rokan Hulu, dan Siak. Hujan juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Jambi dan Lampung setelah pelaksanaan operasi.

Di Jambi, OMC yang berlangsung sejak 27 Agustus juga dilaporkan memicu hujan di sejumlah wilayah. Pada 30 Agustus, penyemaian dilakukan di wilayah Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur. Hujan kemudian turun di beberapa wilayah, sementara daerah lainnya mengalami hujan alami tanpa proses modifikasi cuaca.

Baca Juga: Gelombang Laut hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi di Sejumlah Perairan Indonesia 5-8 Oktober Mendatang

Selain OMC, BNPB terus melakukan pemadaman melalui operasi udara dan darat. Hingga 31 Agustus, sekitar 3,3 juta liter air telah dikerahkan melalui operasi water bombing untuk membantu memadamkan titik api.

Namun, berkurangnya ketersediaan air di sejumlah lokasi menjadi tantangan tersendiri. Petugas kemudian melakukan kanalisasi, pembuatan sumur bor, serta penyekatan untuk memastikan sumber air tetap tersedia dan dapat dijangkau lebih dekat dengan titik api.

BNPB menegaskan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan menggabungkan operasi darat, water bombing, dan OMC. Strategi tersebut diarahkan untuk mempercepat pengendalian kebakaran sekaligus mengurangi dampak asap yang ditimbulkan.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah, terutama di tengah kondisi cuaca kering. Pencegahan kebakaran menjadi penting untuk mengurangi munculnya titik api baru dan menjaga kualitas udara di wilayah terdampak. []

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Selasa 6 Oktober 2026

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Info MINA
Info MINA
Indonesia