Demak, MINA — Seorang anak perempuan berusia 12 tahun di Kabupaten Demak, Jawa Tengah ditemukan tewas di rumahnya dalam kondisi gantung diri setelah beberapa hari sebelumnya membagikan screenshot percakapan dengan orang tuanya yang bernada emosional di media sosial.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (12/2) sore dan menggemparkan warga setempat.
Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, menjelaskan bahwa korban sempat mengunggah tangkapan layar obrolan yang diduga berasal dari pesan WhatsApp antara dirinya dan ibunya beberapa hari sebelum ditemukan meninggal.
Dalam screenshot tersebut, korban menulis kalimat penuh beban emosional yang mencerminkan kelelahan batin.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Peristiwa ini terungkap ketika ibu korban pulang dan menemukan anaknya dalam posisi tergantung di dalam rumah. Anggah mengungkapkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh sang bocah, dan dugaan awal menunjukkan aksi itu merupakan kasus bunuh diri (self-harm).
Dugaan itu masih dalam penyelidikan kepolisian untuk memastikan motif yang mendasari tindakan tragis tersebut.
Kasus ini menambah deretan kejadian serupa yang terjadi belakangan di Indonesia, anak-anak dan remaja menunjukkan kerentanan terhadap tekanan psikologis.
Menurut laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), angka kasus bunuh diri di kalangan anak sejak 2023 termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara, serta sering terkait dengan faktor seperti aktivitas online, hubungan keluarga, tekanan sosial dan bullying.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Para ahli kesehatan mental menilai fenomena ini sebagai alarm serius bagi masyarakat dan pemerintah. Psikolog dari Universitas Gadjah Mada mengkritik kurangnya perhatian terhadap isu kesehatan mental anak dan remaja, menegaskan perlunya edukasi, layanan dukungan psikologis yang mudah diakses, serta keterlibatan keluarga dan sekolah untuk mencegah tragedi serupa.
Kasus ini terjadi di desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Demak — daerah yang dikenal dengan kehidupan masyarakatnya yang kompak tetapi rentan terhadap masalah sosial anak, termasuk kurangnya akses layanan psikologi khusus anak.
Data UNICEF menunjukkan bahwa gangguan kesehatan mental dan depresi di kelompok usia remaja di Indonesia meningkat, namun jumlah yang menerima bantuan profesional masih sangat minim. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
















Mina Indonesia
Mina Arabic