Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebakaran Lumpuhkan Kapal Perang USS Higgins di Indo-Pasifik

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 1 Mei 2026 - 19:22 WIB

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:22 WIB

94 Views ㅤ

Kapal induK AS (Foto: U.S. Navy)

Washington, MINA – Kapal perang Amerika Serikat jenis perusak rudal, USS Higgins (DDG-76), dilaporkan mengalami kebakaran hebat saat beroperasi di kawasan Indo-Pasifik, menyebabkan sistem kelistrikan dan radar lumpuh sementara.

Insiden tersebut terjadi pada Kamis (30/4) ketika kapal yang merupakan bagian dari armada Angkatan Laut AS itu tengah menjalankan operasi rutin.

Otoritas militer menyebut kebakaran diduga dipicu gangguan pada sistem kelistrikan yang kemudian memicu asap dan percikan api di dalam kapal. Anadolu melaporkan, Jumat (1/5).

Akibat kejadian itu, kapal sempat kehilangan seluruh daya listrik dan kemampuan bergerak, membuatnya tidak dapat beroperasi untuk sementara waktu di tengah laut.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Meski demikian, pihak Angkatan Laut AS memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, dan sistem kapal berhasil dipulihkan setelah penanganan darurat dilakukan.

Kapal perusak kelas Arleigh Burke ini dikenal sebagai salah satu tulang punggung kekuatan militer laut AS di kawasan Asia-Pasifik. Dengan kemampuan sistem tempur canggih seperti Aegis dan persenjataan rudal jarak jauh, USS Higgins kerap dilibatkan dalam operasi strategis, termasuk patroli kebebasan navigasi di wilayah yang memiliki tensi tinggi.

Sejumlah laporan menyebutkan, saat insiden terjadi, sekitar 300 awak berada di dalam kapal. Kebakaran tersebut memicu kekhawatiran terkait kesiapan operasional armada AS, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Indo-Pasifik dalam beberapa waktu terakhir.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Insiden ini menambah daftar gangguan teknis yang dialami kapal perang modern, sekaligus menjadi sorotan penting bagi militer AS dalam menjaga keandalan sistem tempur di tengah dinamika keamanan global yang semakin kompleks. []

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda